Beranda Teras Berita Menggelapkan Uang Bos, Warga Kedamaian Ditahan

Menggelapkan Uang Bos, Warga Kedamaian Ditahan

203
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com


RH saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Rabu (16/7). Foto: Teraslampung.com/Zaenal

BANDAR LAMPUNG –RH (23) seorang tenaga pemasaran (salesman) warga Jalan Hi. A. Roni No.17 B Lk 1, RT.004 Kelurahan Kedamaian Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Selasa (15/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria tersebut  ditangkap atas dugaan tindak pidana penggelapan sejumlah uang di toko Elektronik Sinar Fajar Bandarlampung milik korban Sim Kim Liong.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, kronologi penangakapan tersangka Rio bermula dari adanya laporan dengan nomor : LP/1965/V/2014/LPG/RESTA BALAM pada tanggal 22 Mei 2014. Pelapor atas nama Sim Kim Liong dan Ratih, pemilik toko yang mengaku sebagai korban penipuan RH.

“Setelah kami memperoleh keterangan dari korban Ratih,  kemudian polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku Rio Herianto saat sedang berada di rumahnya. RH  merupakan karyawan di toko tersebut sehingga dengan mudah melakukan penggelapan sejumlah uang di Toko Sinar Fajar,” kata Dery kepada wartawan, Rabu (16/7).

Dery menjelaskan, Rio melakukan penipuan dan penggelapan itu dengan cara meminta uang setoran hasil penjualan barang elektronik dari tangan para SPG di toko tersebut. Dia beralasan akan menyerahkan uang tersebut langsung kepada pimpinan dan pemilik toko. Namun, uang tersebut tidak disetorkan dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Pelaku sudah pernah mendapatkan teguran dari pemilik toko  terkait sejumlah uang yang belum disetorkan tersebut. Pelaku mengaku uang tersebut sudah diberikan kepada Sim Kim Liong melalui rekening. Seteleh hal tersebut diketahui tidak benar, kemudian korban memberikan peringatan dan melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian,” kata Dery.

Penipuan yang telah dilakukan tersangka, Dery merincikan, pada Rabu tanggal 18 Maret 2014 di Jalan Pangkal Pinang Toko Elektronik Sinar Fajar Bandarlampung tersangka meminta uang dari hasil penjualan produk sebesar Rp2.180.000. Kemudian pada tanggal 4 April 2014 tersangka meminta uang lagi sebesar Rp2.127.000.

Pada  Jumat 11 April 2014 pelaku mengambil yang Rp1.393.000. Keempat kalinya pada Jumat (12 Mei 2014)  pelaku mengambil Rp3.550.000 di rumah korban Ratih. “Jumlah kerugian korban mencapai Rp9.260.000. Kejadian ini sudah berlangsung lama. Kami menduga adanya keterlibatan tersangka lain. Sementara kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan mengungkap pelaku lainnya,” kata Dery.

Sementara RH, saat dimintai konfirmasi teraslampung.com tergiur dengan uang hasil penjualan itu. Uang itu dipergunakannya untuk membeli kepentingan pribadi dan untuk berfoya-foya.

“Saya minta dan langsung dikasihkan  oleh SPG. Awalnya tidak ada yang tahu uang yang saya terima. Keempat kalinya saya mendapatkan uang, saya apes dan diketahui Bu Ratih,”kata RH.

Loading...