Beranda Views Opini Menggemakan Sastra di Tegal Mas Lampung

Menggemakan Sastra di Tegal Mas Lampung

473
BERBAGI

Oleh Isbedy Stiawan ZS

Alhamdulillah persiapan Tegal Mas Island Poetry International Festival yang akan dihelat 24-26 Januari 2020 terbilang lancar. Semoga ini mulus hingga hari pelaksanaan.

Sudah 80 penyair mengirim puisi untuk dihimpun di buku “Tegal Mas Island Dalam Antologi Puisi”. Dan sekira 65 lebih peserta menyatakan hadir. Dari India sebanyak 5 penyair bakal hadir. Lalu Singapura (5), Malaysia (5), Brunei (1), Timor Leste (1). Selebihnya adalah Indonesia.

Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island 2020 ini dari usia tertua yakni Sutardji Calzoum Bachri hingga termuda, Lamiya Anjum (11) dari India.

Acara ini mengusung tema “Tuhan, Pulau, Kata-Kata” bertolak dari bahwa nusantara ini terdiri dari kepulauan. Tuhan maha kasih menciptakan keindahan bumi penuh estetis, melalu kata-Nya; Kun (maka jadilah)! Melalaui kata-kata, kita berucap dan mengekspresikan batin dan pikiran. Kata-kata dapat menjadi peluru mengoyak jantung, menurunkan tahta. Tetapi juga mampu menjadi alat memuji dan mengangkat martabat. Bisa dijadikan alat berkomunikasi.

Itulah yang hendak disampaikan panitia, dalam hal ini Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. Kami tak banyak orang menggerakkan kegiatan ini. Tapi memiliki semangat, SDM, yang boleh dibikang kuat jikapun ada badai.

Kami yang terdiri dari saya (ketua panitia), Agusri Junaidi (wakil ketua panitia/direktur Lamban Sastra), Syaiful Irba Tanpaka (sekretaris panitia/sekum Lamban Sastra). Lalu barisan berikutnya, yaitu Erika Novalia Sani, Faisol Mursaid, Fitri Angraini, Lukman Hakin Daldiri, Suntoro, M. Alfariezie, Entus Alrafie Gd., Indra, dan lainnya. Mereka adalah kekuatan bagi kelancaran persiapan event bersekala internasional.

Kami punya kekuatan, Thomas Aziz Riska memberikan fasilitas yang dia punya dan Tegal Mas Island berikut Puncak Mas-Bukit Mas. Tidak itu saja, melainkan kendaraan untuk penjemputan dari bandara ke pulau dan sebaliknya saat peserta pulang.

Menggembirakan lainnya, penyair Indonesia amat mendukung dan siap hadir. Semisal Putu Fajar Arcana, Nezar Patria, Warih Wisatsana, Rida K Liamsi, Husnizar Hood, Bambang Widatmoko, Rini Intama, Toro St Radik, Anwar Putra Bayu, Suyadi San, Gola Gong, Hermawan, dan banyak lainnya.

Kebanggaan kami lainnya adalah dukunhan sangat besar dari penyair tuan rumah. Seperti Ahmad Yulden Erwin, Heri Mulyadi, Iswadi Pratama, dan Ari Pahala Hutabarat.

Dukungan itu menjadi kekuatan kami mencintai kerja yang tidak ringan ini. Suport Pemprov Lampung, Pemkab Pesawaran, pihak kampus, parpol, dan sejawat lainnya.

Memang dukungan tak mesti dalam bentuk uang, doa dan memberi semangat sangat pula berarti.

Thomas Riska, owner Tegal Mas Island, secara bercanda telah “disesatkan” saya ke lingkungan kesenian. Pengusaha muda yang dimiiki Lampung ini, terus terang saya katakan, punya visioner jauh ke depan. Misinya juga ke muka; bagaimana saatra(wan) Lampung dapat memasuki “pergaulan” internasional. Selain, tentu saja, mengenalkan destinasi wisata di Lampung ke mancanegara. Dari kesenian (puisi), budaya, dan pesona objek wisatanya.

Kegiatan ini juga mendapat respon posirif dari masyarakat Pulau Tegal.

Ketua PKBM Pesoma Pulau Tegal, Uniroh Umiati, akan menyumbang 1 tari Sigeh Penguten dan selendang tapis buat pemda, dan wakil dari peserta.

Selain panggung baca puisi, acara ini akan diisi seminar, juga workshop/apresasi puisi bagi siswa SMA/SMK dan sederajat, mahasiswan, dan pegiat literasi. Peserta tidak dipungut biaya.

Workshop ini senarai memanfaatkan festival puisi bagi siswa, mahasiswa dan pegiat literasi. Tak elok jika pecinta puisi di Lampung tak memeroleh apa-apa. Kemudian mengenalkan masyarakat langsung bertemu penyair.

Semoga dengan agenda dalam festival puisi ini berguna bagi pemda dan pencinta sastra. Sehingga menumbuhkan minat bersastra kelaknya.

Tiada gading tak retak. Tetapi kami berupaya memperkecil dan menutup retak itu. Dengan kerja yang riang.

Ya, ke Tegal Mas Island, sastra kita gemakan. Kita ramaikan. Dengan puisi, semoga hidup jadi berarti.

Salam.*

Loading...