Menghilang 5 Tahun, Buron Kasus Korupsi Proyek di SMAN 6 Metro Ditangkap

  • Bagikan
AM dibawa dengan mobil tahanan.

Teraslampung.con–Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Metro bersama Tim Eksekutor Tindak Pindak Khusus Kejari Metro menangkap AM (45), terdakwa kasus  tindak pidana korupsi  pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 Kota Metro senilai Rp2,5 miliar (tepatnya Rp 2.520.000.000), Rabu (19/5/2021).

AM (45) telah ditetapkan sebagai DPO berdasarkan surat Nomor : B 01/N.8.12/Fd.1/08/2017 Tanggal 25 Agustus 2016;. AM menghilang sejak selama ini menjadi buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara

Proyek sebesar itu  bersumber dari APBD Kota Metro tahun anggaran 2013 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kota Metro.

AM (45) diduga kuat melakukan Korupsi pada tahun 2013, dan telah dilakukan penyidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kota Metro.

Menurut penyidik Kejari Metro, AM mangkir sebanyak tiga kali di persidangan pada 2016. Pada saat perkara pada penuntutan, AM tiba-tiba menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Perkara tersebut tetap digelar di PN Tanjungkarang tanpa kehadiran terdakwa.

 

Pada tahun anggaran 2013 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kota Metro terdapat anggaran pembangunan gedung ruang kelas SMA Negeri 6 Kota Metro dengan nilai anggaran sebesar Rp. 2.520.000.000.- (Dua Milyar Lima Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) yang bersumber dari APBD Kota Metro.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik lapangan yang dilakukan tim ahli Fakultas Teknik Unila dengan menggunakan uji hammer test pada pembangunhan gedung kelas SMA 6 Metro serta dilakukan analisis mutu karakteristik bangunan, terdapat ketidaksesesuain mutu kekuatan struktur beton dan memiliki kekurangan volume beton.

Berdasarkan hasil audit perhitungan keuangan negara yang telah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Lampung, negara dirugikan sebesar Rp 54.144.066.

  • Bagikan