Menhan Ryamizard Buka Acara Napak Sang Ayah di Waykanan

  • Bagikan
Ryamiard Ryacudu (dok kompas.com)

Waykanan, Teraslampung —   Bagi masyarakat Kabupaten Way Kanan sosok Mayjen Ryacudu merupakan pahlawan yang sangat dihormati. Mayjend Ryacudu merupakan pejuang yang lahir di Mesirilir, Kabupaten Way Kanan pada 28 Februari 1929. Beliau meninggal pada tanggal 6 Maret 1987.

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan setiap tahunya Pemkab Way Kanan mengelar acara Napak tilas Mayjend Ryacudu, Kegiatan tahunan itu sudah berlangsung 8 kali dan Menhan Ryamizard pun selalu menghadirinya. Pada puncak perayaan hari pahlawan tahun 2014 di Kabupaten Waykanan tersebut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Minggu (9/11)  membuka acara napak tilas sang ayah, Mayjend (Purn) Musanif Ryacudu.

Acara napak tilas di Way Kanan tersebut akan diikuti lebih dari 260 kelompok dari berbagai elemen kepemudaan, masyarakat, dan pelajar. Satu kelompok terdiri dari 11 orang. Napak tilas ini akan mengambil rute gerilya Musanif Ryacudu sepanjang 35 kilometer. Rute ini, lebih dari setengah abad dilalui para pejuang melawan Belanda.

Ryamizard yang didampingi Dirjen Potensi dan Pertahanan Kemenhan, Timbul Siahaan bersama rombongan terbang melalui Lanud Halim Perdana Kusuma  menuju Lampung pada pukul 07.20 WIB dengan menggunakan pesawat Cassa CN 295 tiba di Lanud AD Gatot Subroto Way Kanan pukul 09.30 WIB.  Puluhan anak sekolah yang mengenakan baju Pramuka menyambut mantan KSAD tersebut dengan bernyanyi lagu-lagu pramuka sambil melambai-lambaikan bendera plastik Merah Putih.

Setiba di Lanud AD Gatot Subroto  Kabupaten Waykanan Jenderal Purnawirawan Bintang 4 ini pun melanjutkan perjalanan darat menuju kompleks Pemkab Way Kanan, tempat acara Napak Tilas akan dilakukan.
Ryamizard yang ditemani Bupati Way Kanan, Bustami Zaenudin, Ketua DPRD Waykanan Raden Adipati Surya, SE dan unsur muspida lainya, Sejak dari Lanud mendapat sambutan adat dari beberapa tokoh daerah. Ia dikalungkan selendang adat khas Way Kanan, Mulang Tiyuh sambil dipayungkan dengan janur Payung Agung.

Tarian Tigol yang merupakan tarian khas daerah serat iringan musik Kolintang mengiri kedatangan Ryamizard. Atraksi silat bernama Pencak juga terlihat diiring-iringan penyambutan.

Salah satu masyarakat yang menghadiri acara napak tilas ini, Mu’in warga Way Tuba mengaku sangat senang sekali, Terlebih manfaat dari nilai-nilai kepahlawanan yang diwujudkan melalui perjalanan dengan napak tilas ini, “kita akan lebih menghayati perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan ini didasari semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi”,katanya.

  • Bagikan