Beranda Teras Berita Menteri Perhubungan Mengaku tak Bisa Paksa Grab Naikkan Tarif

Menteri Perhubungan Mengaku tak Bisa Paksa Grab Naikkan Tarif

520
BERBAGI
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku tidak bisa memaksa ketika Grab menolak menaikkan tarif jasa transportasi roda dua berbasis aplikasi atau ojek online.

Budi menyerahkan pembahasan kenaikan tarif ojek online dilakukan perusahaan dan pengemudi. Menurut dia, pemerintah hanya berperan sebagai mediator antara perusahaan, pengemudi, dan pihak terkait lainnya.

“Saya kan tidak bisa memaksa,” kata Budi, di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Sebelumnuya, pada Jumat lalu (8/4/2018), Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyatakan tidak akan memenuhi permintaan pengemudi ojek online yang ingin tarif perjalanan naik.

Menurut Ridzki, jika dipenuhi, permintaan itu berpotensi mengurangi pendapatan pengemudi ojek online. Hanya, kata Ridzki, Grab akan berupaya menambah penghasilan para pengemudi.

Persoalan tarif jasa ojek online bermula dari aksi unjuk rasa pengemudi Go-jek dan Grab di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Maret 2018. Mereka menuntut tarif ojek online sebesar Rp 1.600 per kilometer dinaikkan menjadi Rp 4.000 per kilometer.

Rabu lalu, perwakilan Go-jek, Grab, dan pengemudi ojek online bertemu di Kementerian Perhubungan. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di kantor Staf Presiden, Maret lalu.

Tl/tempo.co

Loading...