Beranda Hukum Menterinya Diduga Pakai Ijazah Bodong, Presiden Jokowi Belum Bertindak

Menterinya Diduga Pakai Ijazah Bodong, Presiden Jokowi Belum Bertindak

220
BERBAGI
Ilutrasi/dok Tempo
Ilustrasi ijazah palsu

JAKARTA, Teraslampng.com — Meski sudah dipastikan bahwa Universitas Barkeley di Indonesia dipastikan abal-abal alias bodong dan ada anggota kabinetnya punya gelar PhD dar universitas tersebut, hingga kini belum ada tindakan dari Presiden Jokowi. Arief Yahya, Mneteri Pariwisata yang diduga memegang gelar palsu pun masih aman-aman saja.

Men­teri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi M Nasir pun masih belum melakukan klarifikasi. Hal serupa juga belum dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang namanya menjadi perbincangan publik terkait dugaan ijazah palsu.

Sebaliknya, seolah bangga, Rektor Universitas Berkley, Jakarta, Liartha S. Kembaren, justru akan mengirimi Arief Yahya ucapan selamat karena berhasil menjadi menteri.

” Wah, kirimi saya alamatnya. Saya mau kirim surat,” kata Liartha, seperti dilansir tempo.co, Selasa 2 Juni 2015.

Menueur Liartha, Arief Yahya yang kini menjabat Menteri Pariwisata memang salah satu alumninya. Arief, kata Liartha, mengikuti program doctor of philosophy (PhD) pada bidang manajemen. 

“Saya lupa persisnya, tapi sekitar tahun 2000-an,Dia ambil program selama dua tahun,” kata Liartha.

Menurut Liartha, saat itu Arief masih menjabat Direktur PT Telkomsel. Sebelum bergabung dengan Kabinet Kerja, Arief memang pernah memimpin perusahaan telekomunikasi tersebut pada 2002-2013.

Sebelumnya, pada 24 Mei 2015, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Illah Sailah mengatakan pertama kali mendapat laporan tentang adanya University of Berkley di Indonesia pada 2012. 

Jejak University of Berkley ditemukan di sejumlah situs penyedia informasi perguruan tinggi luar negeri. Namun situs itu umumnya meminta calon mahasiswa mewaspadai program pendidikan yang ditawarkan universitas tersebut. Situs www.geteducated.com, misalnya, malah menyebutkan otoritas pendidikan di Michigan dan Texas telah menyatakan program kuliah dan gelar yang ditawarkan universitas tersebut ilegal.

Di Jakarta, program kuliah jarak jauh University of Berkley difasilitasi Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII). Di sejumlah iklan Internet, LMII-University of Berkley mencantumkan alamat dan nomor telepon yang berbeda-beda. Beberapa nomor telepon itu tak bisa dihubungi atau salah sambung.

Menurut majalah Tempo, pada Januari lalu menemukan kantor LMII-University of Berkley di lantai dua Gedung Yarnati, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Saat itu wartawan Tempo menyambangi kantor yang dindingnya penuh tempelan fotokopi piagam dan foto wisuda itu. Di sana, wartawan Tempo menemui Liartha S. Kembaren, yang mengaku Direktur LMII sekaligus Executive Director Far Eastern University of Berkley.

Loading...