Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Menunggak 22 Bulan, Aliran Listrik Kantor Dinas PMD Lampura Diputus

Menunggak 22 Bulan, Aliran Listrik Kantor Dinas PMD Lampura Diputus

417
BERBAGI
Kotak meteran listrik di Kantor PMD Lampung Utara setelah aliran listrik di kantor terseut diputuskan oleh PLN.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Akibat menunggak tagihan listrik selama 22 bulan, aliran listrik kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lampung Utara (DPMD Lampura) diputus oleh pihak PLN, Kamis siang (6/9/2018).

Akibat pemutusan ‎aliran listrik yang ditandai dengan pencopotan meteran tersebut, aktivitas kantor DPMD terpaksa lumpuh total. Seluruh ruangan kecuali ruang aula terlihat cukup gelap karena minim penerangan.

‎Kepala DPMD Lampura, Wahab tak menampik jika aliran listrik mereka baru saja diputus oleh pihak PLN. Ini dikarenakan tunggakan listrik mereka mencapai 22 bulan atau nyaris dua tahun.

“Pencabutan meteran atau pemutusan listriknya terjadi tadi siang. Semua ini dikarenakan adanya tunggakan listrik yang mencapai 22 bulan lamanya,” kata Wahab di kantornya, Kamis (5/9/2018).

Kendati membenarkan adanya tunggakan tersebut, namun Wahab menjelaskan bahwa persoalan ini mutlak bukan karena kesalahan mereka. Sebab, awalnya mereka sama sekali tidak mengetahui kalau terdapat dua meteran listrik di kantor mereka.

Mereka baru mengetahui ada dua meteran listrik saat pihak PLN mengirimkan surat pemberitahuan ihwal tagihan listrik yang belum dibayar pada bulan Juli lalu. Saat itu, tagihan listrik yang belum dibayar telah mencapai dua puluh bulan.‎ Jika ditambahkan dengan bulan Agustus dan September maka tagihan listriknya kini berjumlah 22 bulan.

“Selama Ini enggak tahu kalau ada dua rekening listrik yang harus dibayar di kantor ini karena kami pindah ke sini baru awa Januari 2017 silam. Jadi, yang kami bayar tiap bulannya cuma untuk satu rekening saja,” kilahnya.

‎Ia menjelaskan, besarnya tagihan yang mencapai sekitar Rp40 juta itu membuat pihaknya tak bisa segera melakukan pelunasan. Sebab, pembayaran rekening listrik yang menunggak itu sama sekali belum dianggarkan oleh mereka selama ini.

“Kalau kami tahu ada dua rekening listrik yang harus dibayar, tentu akan kami anggarkan juga tiap bulannya,” katanya.

Pihaknya segera mendatangi kantor PLN Kotabumi tak lama setelah mengetahui kabar pemutusan listrik tersebut. Pihak PLN menyarankannya untuk membayar separuh dulu tunggakan mereka jika ingin kantor mereka kembali dialiri listrik.

“Tadi sudah kami bayar separuhnya dulu kepada PLN. Kalau tidak dibayar, kantor ini bisa lumpuh terus,” ‎katanya.

Pantauan di lokasi, meteran listrik yang dicopot oleh pihak PLN atau rekanannya berada persis di depan ruangan Wahab. Kedua meteran listrik itu terpasang di bagian depan aula kantor.

Loading...