Beranda Kolom Sepak Pojok Menunggu Para Kades Lampung Utara Bawa Oleh-oleh Bimtek dari Bali

Menunggu Para Kades Lampung Utara Bawa Oleh-oleh Bimtek dari Bali

7353
BERBAGI
Ilustrasi/Supriyanto

Oyos Saroso HN

Tanpa kehebohan, baru-baru ini para kepala desa (kades) se-Kabupaten Lampung Utara melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata, Bali. Ini bukan kunjungan kerja ecek-ecek alias kunjungan kerja biasa. Para kades ke Bali dalam rangka mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Total dana yang dirogoh dari kantong kades (atau kantong dana desa?) pun lumayan “aduhai”:sekitar Rp2,231 miliar.

Para kades itu terbilang sukses untuk ukuran memuluskan rencana Bimtek di Bali. Itu kalau dibandingkan dengan rencana Bimtek pada 2017. Saat itu para kades di Lampung Utara juga ingin Bimtek ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, karena ada yang “meramaikan”, rencana Bimtek di Lombok itu pun gagal. Gantinya, Bimtek dilakukan di Bandarlampung. Saat itu setiap desa dikenakan biaya 10 juta rupiah yang sudah dikoordinir dan diserahkan ke ketua Apdesi. Pembatalan Bimtek ke Lombok membuat panitia harus mengembalikan sejumlah uang.

Uang sebesar Rp2,3 miliar tidaklah sedikit. Jika dibagi 232 kepala desa — di Lampung Utara ada 232 desa — maka setidaknya para kades akan mengeluarkan ongkos tidak kurang dari Rp10 juta. Bagi desa di Lampung Utara dan desa-desa lain di Indonesia, uang sebesar itu tidak ada artinya jika dibanding dengan ratusan juta hingga Rp1 miliar dana desa dari pemerintah pusat yang menggerojok ke desa. Dengan cara pikir seperti ini, maka Bimtek atau pakansi atau halan-halan para kades atau apalah namanya bukanlah masalah. Toh para kades itu memang perlu mendapatkan bimbingan teknis agar bisa mengelola dana desa dengan baik.

Dengan cara pikir seperti ini pula, maka warga desa di Lampung Utara siap-siaplah menyambut desa mereka akan menjadi desa yang maju: pembangunan di desa lancar, fasilitas desa makin bagus, BUMDes akan makin berkembang, rakyat desa sejahtera.

Sebaliknya, jika Bimtek ke Bali hanyalah dalih untuk berwisata, maka janganlah bermimpi terlalu tinggi. Desa-desa akan seperti dulu-dulu juga. Berapa pun dana desa yang menggerojok ke desa, tidak terlalu berdampak bagi warga desa. Yang terkena dampak positif hanyalah para kepala desa.

Loading...