Beranda Hukum Narkoba Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bekuk Bandar dan Pengedar Sabu

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bekuk Bandar dan Pengedar Sabu

398
BERBAGI
Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Indra Herlianto menunukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka Fauzan dan Romi.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Pengedar dan banda narkoba, Fauzan Hariyadi (43) dan Romi Samora (38), berhasil dibekuk polisi pada Rabu lalu (4/1/2017) setelah polisi menyamar dengan berpura-pura sebagai pembeli.

“Penangkapan tersangka Fauzan dan Romi, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyamaran petugas,”ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Indra Herlianto, Jumat (5/1/2018).

Indra mengungkapkan, awalnya petugas mendapatkan informasi adanya pelaku yang diketahui bernama Fauzan Hariyadi kerap mengedarkan sabu-sabu. Menindaklanjuti kebenaran informasi tersebut, petugas melakukan penyamaran dengan berpura-pura membeli barang haram tersebut dan janjian bertemu dengan pelaku di Jalan Soekarno Hatta (Bypass), Rajabasa, Bandarlampung, pada Rabu Rabu (3/1/2018) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

“Karena cirri-ciri pelaku Fauzan sudah diketahui, saat pelaku datang petugas langsung menangkapnya. Saat digeledah di saku celananya, ditemukan tiga paket sedang sabu-sabu seberat 2,5 gram yang disimpan dalam bungkus rokok,”ungkapnya.

Hasil pengembangan, kata Indra, tersangka Fauzan mengaku mendapatkan barang haram (sabu) dari rekannya bernama Romi Samora yang berprofesi sebagai sopir travel (Bandarlampung-Bakauheni). Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak cepat memburu dan menangkap Romi di rumahnya di Jalan Serbajadi 2 Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan sekitar pukul 17.30 WIB.

“Penangkapan tersangka Romi, hanya berselang beberapa jam saja dari penangkapan tersangka Fauzan. Namun petugas tidak menemukan barang bukti sabu lain yang disimpan tersangka Romi,”terangnya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka Romi, lanjut Perwira dengan melati satu dipundaknya ini, tersangka mendapat sabu-sabu dari seorang rekannya berinisial UW di daerah Untung Suropati. Saat itu juga petugas memburu UW dengan menggrebek rumahnya, namun pelaku UW sudah tidak ada dan rumahnya dalam keadaan kosong.

“Pelaku UW ini sudah lebih dulu kabur sebelum petugas datang, saat ini petugas masih memburu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai DPO,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Fauzan dan Romi dijerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Loading...