Beranda News Anakidah Menyamar sebagai Kyai, Penipu Berkedok Penggandaan Uang Diringkus Polisi

Menyamar sebagai Kyai, Penipu Berkedok Penggandaan Uang Diringkus Polisi

399
BERBAGI
MS dan BN diringkus polisi dari Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

TERASLAMPUNG.COM — Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, meringkus MS (44) pria asal Banyuwangi, dan BN (42), warga Jember, Jawa Timur, pelaku penggandaan uang dengan modus menyamar sebagai kyai.

“Kami tetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, masing-masing berinisial MS, usia 44 tahun, asal Banyuwangi, yang tinggal di Kecamatan Kedopok, Probolinggo, Jawa Timur, dan BN, usia 42 tahun asal Jember yang tinggal di Buleleng, Bali,” ujar Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan di Surabaya, Selasa (24/4/2018).

Menurut Antonius, keduanya mengaku sebagai kiai dan ustaz  setiap menjalankan aksinya, sejak beberapa tahun terakhir . telah menyasar korban orang-orang kaya dan menyatakan

“Kedua tersangkaberaksi di berbagai kota, di antaranya Solo, Jawa Tengah, dengan hasil penipuan Rp100 juta. Mereka juga beraksi di Batam, Kepulauan Riau, keduanya berhasil menipu korbannya senilai Rp12 juta, serta di Jember, Jawa Timur, menipu sebesar Rp5 juta,” katanya.

Di Surabaya, kedua tersangka juga pernah menipu korbannya sebanyak  Rp40 juta. Terakhir, pada 8 Maret 2018 lalu, keduanya kembali beraksi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan melakukan penipuan terhadap seorang korban asal Banyuwangi, Jawa Timur, senilai Rp850 juta.

Menurut Antonius, setiap kali beraksi mereka selalu menggiring korbannya untuk menyewa sebuah kamar hotel, dengan alasan sebagai tempat untuk menggelar ritual menggandakan uang.

“Salah satu tersangka kemudian mengajak korban keluar dari kamar hotel untuk membeli perlengkapan ritual. Saat itulah tersangka lainnya membawa kabur uang milik korban yang ditinggal di dalam hotel. Modusnya di setiap tempat selalu begitu,” ujar Antonius.