Beranda Pendidikan Menyambangi Growing Hope, Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Menyambangi Growing Hope, Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

2257
BERBAGI
Belajar Berinteraksi dalam kelas

TERASLAMPUNG.COM — Para orangtua sering kesulitan mencari Sekolah Anak Kebutuhan Khusus untuk  pendidikan anak-anaknya yang memiliki kasus disabilitas mental dan  autisme.

Sekolah yang fokus pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus ini sangat langka. Pasalnya, pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan sekolah semacam ini memerlukan penanganan khusus dan ribet, sedangkan dari sisi bisnis kurang menguntungkan. Padahal anak-anak yang menyandang kasus disabilitas dan autisme juga membutuhkan pendidikan yang layak sebagai anak-anak bangsa.

Tetapi untuk para orangtua yang tinggal di kota Bandar Lampung dan sekitarnya jangan bingung. Pasalnya, di Bandar Lampung ada sekolah Growing Hope yang berlokasi di Jalan Pulau Buton, Perum Palmsville Residence Blok A 1-3, Way Halim.

Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus ini disedikasikan Yayasan Harapan Masa Depan Lampung. Menurut Ketua Yayasan Harapan Masa depan Lampung Maria Novitawati didampingi Sekretaris Fransisca Kilik, Yayasan yang didirikan pada tahun 2007 berupaya untuk memberikan pendidikan tepat dan layak bagi anak berkebutuhan khus melalui layanan khusus.

“ Pada awal berdirinya tahun 2007 hingga tahun 2011, kami baru melayani terapi. Tetapi karena kebutuhan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini mendesak sangat diperlukan yayasan pada tahun 2012 membuka sekolah Growing Hope yang punya makna tempat menyemai harapan, ” papar Maria Novitawati.

Lebih lanjut, Maria mengatakan, Yayasan yang mempunyai tagline Berbagi kasih dan Pengharapan untuk mereka yang Istimewa ini, membuka sekolah dari jenjang  Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA). “Growing Hope adalah sekolah dan juga pusat layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus dengan kasus autisme dan disabilitas intelektual,” imbuh Maria.

Sekretaris Yayasan Fransiska Kilik menambahkan, yayasan selain memberikan pendidikan melalui Growing Hope, juga berupaya menyediakan lapangan kerja bagi anak berkebutuhan khusus. “Kami memiliki target dapat membangun workshop agar dapat menjadi tempat bekerja bagi Anak Berkebutuhan Khusus,” jelas Fransiska.

Program Anak Asuh

Fransiska juga memaparkan permasalahan yang dihadapi Yayasan dengan layanan PKLK Growing Hope adalah persoalan pendanaannya. Pasalnya, sekitar  30 persen dari siswanya tidak dapat membayar biaya sekolah. Sedangkan sekolah yang memiliki 23 orang guru dengan jumlah siswa 50 orang ini membutuhkan operasional yang tak kecil perbulannya.

Untuk itulah, lanjut Fransika, agar sekolah bisa tetap memenuhi kebutuhan siswa, yayasan menggelar program orangtua asuh. Yayasan mengajak siapun yang terpanggil untuk berbagi dan mengambil peran sebagai orang tuaasuh bagi  siswa bagi yang tidak mampu membayar biaya sekolah.

“Program ini bersifat sukarela dan tidak mengikat. Growing Hope melayani semua lapisan masyarakat, sehingga siswa yang memiliki latar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dapat menempuh pendidikan,” tandas Fransika.

Untuk itu, lanjut, fransiska, kami  telah menyusun  beberapa pilihan program. Good Program Rp.100 rib/bulan,  untuk waktu 3 bulan,6 bulan dan 12 bulan, Great Program RP 250 ribu/bulan, untuk waktu 3 bulan,6 bulan dan 12 bulan dan  Excelence Program Rp 500/bulan, untuk waktu 3 bulan,6 bulan dan 12 bulan.

Untuk para dermawan yang ingin berbagi bisa langsung datang Ke Growing Hope  (HP 081366220377) atau bisa tranfer ke rekening Bank Permata No. Rek 4104674343 a/n Maria Novitawati dan Margaretha Saniati.

“Selama ini Growing Hope telah memberikan subsidi bagi anak yang tidak mampu secara ekonomi sebesar 30 persen setiap bulannya,” ujar Fransika mengunci perbincangan. (*)

Christian Heru Cahyo Saputro