Beranda Teras Berita Menyambangi Petani Buah Apel di Utara Kota Batu

Menyambangi Petani Buah Apel di Utara Kota Batu

1225
BERBAGI

Aan Frimadona Rosa

Memetik apel di kebun. (Aan)

Ketika kita membeli buah apel hijau di pasar atau swalayan mungkin yang ada benak kita tertuju pada sebuah daerah yang ada dipulau Jawa Timur tepatnya Malang. Ya, apel Malang masyarakat sering menyebutnya. Kini Malang telah dimekarkan menjadi dua kota dan satu kabupaten. Yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang yang ibukotanya Kepanjen. Ketiga daerah tersebut sering disebut dengan Malang Raya dan kesemuanya juga dikenal sebagai sentra penghasil buah apel.

Untuk lebih melengkapi liburan dan menambah referensi kota yang anda kunjungi ada baiknya berkunjung ke Kota Batu, sekaligus mencicipi buah apel petani Kota Batu.

Kota Batu terletak 20 km arah barat kota Malang, sekitar 15-20 menit memakai kendaraan mobil/sepeda. Kota Batu identik dan terkenal sebagai Kota Apel. Sektor wisata petik apel dijadikan  salah satu objek wisata yang menarik, Apel komoditas unggulan di Kota Batu pun menjadi ikon Kota Batu, Perkebunan apel juga cukup mempunyai pengaruh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di kota ini.

Kota Batu memiliki pemandangan yang serbahijau menghampar sejauh mata memandang. Udara yang belum terkena polusi terasa begitu menyegarkan terlebih para wisatawan yang datang ke kota batu pastinya berkeinginan berlama-lama menghabiskan waktu akhir pekan di daerah yang dikenal dingin ini. Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius sehingga sangat sejuk dan asri.

Topografi yang berbukit dan dikeliling berbagai macam pohon juga sayuran  menjadikan kesejukan yang dapat menyergap pengunjung di kota Batu ini untu tak akan beranjak akan suasana wisata yang jaran ditemui pada daerah lain. Potensi perkebunan apel juga di kembangkan sebagai obyek wisata oleh masyarakat sekitar kota Batu sebagai penghasil buah apel teratas pulau Jawa.

Perkebunan apel di Batu sangat luas.Salah satunya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Petani apel disana menjadikan Lahan sebagai lokasi tempat wisata petik apel yang disepakati warga desa disana. Setiap pengunjung harus membayar tiket Rp 20 ribu sebagai sarana untuk bisa masuk ke kebon apel.

Usai menebus tiket, petugas memberi satu kantong kain sebagai wadah pengunjung untuk membawa pulang apel dan satu gelas minuman sari apel sebagai pelepas dahaga tatkala pengunjung memetik dan mengelilingi kebun apel petani.

Wisata petik apel telah menjadi salah satu obyek wisata favorit, baik untuk pengunjung domestik atau wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Merasakan kesegaran apel batu dan menikmati suasananya perkebunan apel akan menemukan pengalaman yang berbeda.

Ada semacam keadaan di mana pengunjung laiknya menjadi petani buah apel. yang bisa memetik langsung dari pohonnya jugan menikmati sepuasnya di area kebun yang telah tertata rapi dan apik sambil menikmati indahnya pemandangan alam disekitar Kota Batu. Ini pasti menyenangkan dan tak salah  bahwa ini tujuan pengunjung sebagi daftar urutan utama untuk berlibur kelak akan datang.

Buah apel dapat diolah dengan berbagai hidangan kripik apel atau pun jus. Bagi pecinta jus, buah apel yang sudah dipetik juga dapat dijadikan dalam bentuk jus, semakin lengkap rasanya menikmati buah apel di Batu ini. Citarasa apel yang segar dan udara sejuk membawa kepuasan tersendiri bagi pengunjung. Apalagi ditambah dengan tersedianya fasilitas lengkap yang dibutuhkan seperti keran air untuk membersihkan buah apel.

Suasana di perkebunan apel juga akan kita temui petani apel yang sedang berkebun baik laki-laki dan perempuan tampak sibuk memanen apel.Biasanya petani membawa tas kain yang diselempangkan di pundak sebagai wadah apel. Kalau penuh, segera saja mereka menumpahkannya ke keranjang yang disebar di kebun apel.

Untuk pekerja laki-laki, mereka memiliki tugas tambahan keranjang apel yang penuh ke depan pintu kebun. Rata-rata, berat perkeranjang sekitar 30 kg. Kalau sudah dicatat, keranjang yang terbuat dari bambu itu dinaikkan ke dalam mobil pikap pengangkut yang diparkir di tepi jalan yang membelah kebun apel. Uniknya, pemilik kebun biasanya ikut bergabung bersama pekerja lain memetik hingga mengangkut hasil panen.

Puas dan sangat menyenangkan menikmati sekeliling area perkebunan apel milik masyarakat di utara Kota Batu ini, saya beruntung bisa berkunjung di kota ini.  Sembari berkemas untuk bersegera pulang dalam hati saya berkata “Sungguh tak bisa melupa akan perjalanan kali ini bahwa sesuatu  dan suasana baru yang posit akan menambah pengalaman dan pengetahuan yang berdampak segar juga damai…”

Loading...