Menyeberangi Laut dan Melewati Medan Off-Road, Inilah Perjuangan Tim Vaksinator Jajaran Polda Lampung

  • Bagikan
Mengggunakan perahu motor, Tim vaksinator Polres Lampung Selatan seberangi laut selama 2 jam untuk bisa sampai ke daerah terpencil yakni Pulai Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa melakukan jemput bola gelar vasinasi untuk masyarakat setempat. (Foto : Dok. Humas Polres Lamsel)
Mengggunakan perahu motor, Tim vaksinator Polres Lampung Selatan seberangi laut selama 2 jam untuk bisa sampai ke daerah terpencil yakni Pulai Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa melakukan jemput bola gelar vasinasi untuk masyarakat setempat. (Foto : Dok. Humas Polres Lamsel)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TERASLAMPUNG.COM–Langkah percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh Polda Lampung, dan jajaran (Polres/Polresta) terus dilakukan agar terbentuknya Herd Immunity. Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat, tim vaksinator Polres Lampung Selatan dan Polres Tanggamus melakukan sistem jemput bola dengan menyasar di wilayah pesisir atau desa terpencil dengan akses yang sulit dijangkau.

Berikut perjuangan tim vaksinator dari dua Polres Jajaran Polda Lampung saat melakukan vaksinasi keliling memberikan vaksin kepada warga masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Salah satu pulau terpencil yang dikunjungi tim vaksinator Polres Lampung Selatan, yakni Pulau Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa. Untuk mencapai ke Pulau Sebesi, tim vaksinator Polres Lampung Selatan harus menyeberangi laut melalui Dermaga Canti di Kalianda menggunakan perahu motor dengan menempuh perjalanan selama 2 jam.

Mereka membawa ratusan dosis vaksin dan peralatan vaksin yang disiapkan, untuk melakukan vaksinasi keliling terhadap warga masyarakat di Pulau Sebesi yang secara geografis terletak di Selat Sunda atau di wilayah selatan perairan Lampung.

Tim vaksinator Polres Tanggamus, harus menempuh perjalanan ekstrim melewati medan terjal dan licin jalan setapak serta bebatuan dengan kontur perbukitan tak ubahnya seperti ekshibisi offroad, saat menuju wilayah terpencil memberikan vaksin kepada warga di Pekon (Desa) Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus. (Foto: Dok. Humas Polres Tanggamus)
Tim vaksinator Polres Tanggamus, harus menempuh perjalanan ekstrim melewati medan terjal dan licin jalan setapak serta bebatuan dengan kontur perbukitan tak ubahnya seperti ekshibisi offroad, saat menuju wilayah terpencil memberikan vaksin kepada warga di Pekon (Desa) Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus. (Foto: Dok. Humas Polres Tanggamus)

Perjuangan untuk memberikan vaksin kepada warga juga dilakukan tim vaksinator Polres Tanggamus. Para petugas tim vaksinator ini, harus menempuh perjalanan ekstrim melewati medan terjal dan licin tak ubahnya seperti ekshibisi offroad untuk menuju wilayah terpencil di Provinsi Lampung memberikan vaksin kepada warga di Pekon (Desa) Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus.

Tim vaksinator Polres Tanggamus tersebut, membawa peralatan vaksinasi menggunakan motor trail melewati jalan setapak dan bebatuan. Tak hanya itu saja, sepanjang perjalanan didominasi jalan tanah dengan kontur perberbukitan jika musim penghujan sulit untuk dilalui.

Kasubsipenmas Polres Lampung Selatan, Iptu Abqoriyah saat dikonfirmasi mengatakan, dalam rangka percepatan vaksinasi mendukung vaksinasi satu juta orang, Polres Lampung Selatan melakukan jemput bola mendatangi daerah terpencil di Lampung Selatan yakni di Pulau Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa.

“Pelaksanaan vaksinasi di Pulau Sebesi tersebut, melibatkan tim medis dari dan tim vaksinator anggota Bhayangkari Polres Lamsel. Warga setempat sangat antusias mengikuti gelar vaksinasi tersebut, ada 500 dosis yang diberikan untuk warga setempat,”ujarnya kepada teraslampung.com, Kamis (14/10/2021).

Dalam program percepatan vaksinasi ini, kata Iptu Abqoriyah, selain menerjunkan tim medis dari Polres Lampung Selatan, juga menerjunkan anggota Bhayangkari yang mempunyai latar belakang pendidikan di bidang kesehatan untuk menjadi tim relawan vaksinator.

“Ada 67 orang anggota Bhayangkari yang menjadi relawan vaksinator, diantaranya yang bertugas di Pulau Sebesi hari ini melakukan vaksinasi dan mereka juga memberikan pelayanan diseluruh wilayah Khagom Mofakat (Lampung Selatan) ini,”ungkapnya.

Setiap hari, pihaknya terus memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat dan juga para pelajar melalui Gerai Vaksinasi Presisi Polres Lampung Selatan. Langkah percepatan vaksinasi yang dilakukan Polres Lampung Selatan ini terus dilakukan, agar segera terbentuknya Herd Immunity (kekebalan kelompok).

“Pelaksanaan vaksinasi ini, yakni sebagai wujud transformasi Polri yang Presisi mendukung percepatan penanganan Covid-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju serta untuk ketahanan tubuh sehingga mengurangi resiko penyebaran Covid-19,”terangnya.

Ia mengimbau kepada warga yang belum mendapatkan pelayanan vaksinasi, agar bisa datang di Gerai Vaksinasi Presisi Polres Lamsel terdekat dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Warga yang sudah menerima vaksin pun, agar tetap mematuhi Prokes dimanapun berada. Dengan mematuhi Prokes, juga meghargai dan turut membantu para tenaga kesehatan (Nakes) yang setiap hari menangani Covid-19.

“Mari kita sama-sama untuk disiplin patuhi Prokes demi kebaikan bersama sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di Lampung Selatan,”pungkasnya.

Selain dilakukan di Pulau Sebesi, Gerai Vaksinasi Presisi Polres Lampung Selatan hari ini memberikan pelayanan vaksinasi 16 titik di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Selatan diantaranya adalah di Desa Purwodadi Kecamatan Tanjung Bintang, Balai Desa Sindangsari Kecamatan Tanjung Bintang, GSG BRI Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung, Balai Desa Brundung Kecamatan Ketapang, Balai Desa Klaten Kecamatan Penengahan, Lapangan Bumidaya Kecamatan Palas.

Kemudian Balai Desa Sidoasri dan Aula Kantor Kecamatan Candipuro, Balai Desa Bumi Agung Kecamatan Kalianda, Balai Desa Puji Rahayu dan Balai Desa Talang Jawa Kecamatan Merbau Mataram, Balai Desa Margo Lestari Kecamatan Jatiagung, Pasar Sidomulyo, SMAN 1 Natar dan SMA Mutiara Natar, Kecamatan Natar.

Terpisah, Kapolres Tanggamus, AKBP Satya Widhy Widharyadi menuturkan, hal tersebut perlu dilakukan untuk bisa menjangkau wilayah atau desa terpencil di Kabupaten Tanggamus. Kedua wilayah terpencil yang didatangi tim vaksinator Polres Tanggamus yakni Dusun Way Kandis dan Dusun Sindang Sari Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur.

“Dua Dusun di Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur ini termasuk wilayah terisolir. Sebab, untuk menuju ke sana, hanya bisa dilalui menggunakan motor atau berjalan kaki karena medan jalannya terjal dan juga licin,”kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, perjalanan menuju ke wilayah itu layaknya offroad dan memakan waktu selama 40 menit untuk mencapai lokasi. Sepanjang perjalanan yang didominasi jalan tanah dengan kontur perberbukitan itu, para personel tim vaksinator harus beberapa kali turun dan mendorong sepeda motornya.

“Masyarakat di wilayah tersebut, kesulitan mendatangi Gerai-Gerai Vaksinasi Presisi Polres Tanggamus dikarenakan akses jalan. Sehingga, tim vaksinator kami (Polres Tanggamus) datang ke lokasi mereka untuk melakukan vaksinasi,”ungkapnya.

Dalam gelar vaksinasi keliling tersebut, kata AKBP Satya Widhy Widharyadi, sementara ini baru 60 warga yang sudah divaksin dan pihaknya akan membuka kembali Gerai Vaksinasi Mobile di Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur tersebut.

“Untuk yang divaksin, baru 60 warga dan pastinya kami akan membuka lagi gerai vaksin itu agar warga di Pekon tersebut bisa divaksin semua. Selain melakukan vaksinasi, warga juga diberikan bantuan sosial berupa paket sembako,”tandasnya.

Sementara Sekretaris Pekon (Desa) Kampung Baru, Alfiandi menngungkapkan terima kasi atas hadirnya tim vaksinator keliling Polres Tanggamus yang melaksanakan vaksinasi di Dusun di wilayah Pekonnya yang terpencil dan sulit dijangkau.

“Sebagai perwakilan dari Pekon (Desa) kami ucapkan terima kasih atas vaksinasi dan bantuan dari Polres Tanggamus kepada warga kami khususnya di wilayah Dusun yang terbilang cukup terisolir ini,”kata dia.

  • Bagikan