Beranda Hukum Kriminal Merasa Dibohongi dan Sepeda Motornya Disita, Yosef Tusuk Debt Collector

Merasa Dibohongi dan Sepeda Motornya Disita, Yosef Tusuk Debt Collector

540
BERBAGI
Muhammad Firnanda Yosef (22) pelaku penusukan terhadap korban debt collector.
Muhammad Firnanda Yosef (22) pelaku penusukan terhadap korban debt collector.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tidak terima karena merasa dibongi atas penarikan sepeda motor Yamaha Vino yang digunakannya untuk bekerja, karyawan koperasi bernama Muhammad Firnanda Yosef (22), warga Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, nekat menusuk debt collector bernama Zuliyadin (34) menggunakan sebilah pisau di halaman parkir kantor Adira Finance di Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, Senin 23 April 2018 lalu sekitar pukul 13.30 WIB.

“Saya terpaksa dan nekat menusuk korban Zulyadin, karena saya nggak terima sudah dibohongi sama dia (korban),”ucap Yosef saat di Mapolresta Bandarlampung, Rabu 25 April 2018.

Yosef mengaku, dirinya merasa dibohongi dengan korban, karena awalnya ia diminta datang ke kantor Adira Finance untuk menandatangani surat yang mana motor yang digunakannya tersebut sudah menunggak angsuran beberapa bulan. Saat itu korban berjanji, tidak akan menarik sepeda motor yang sedang dibawanya itu.

“Sebelumnya, kami bertemu dua orang mau narik motor di depan Puskesmas Kedaton. Tapi saya bilang, kalau motor yang saya pakai ini punya kakak sepupu yang tinggal di Perumahan Way Hui. Saya juga tidak tahu kalau motor yang saya bawa selama ini bermasalah dan menunggak angsuran,”ungkapnya.

Di tempat tersebut, kata Yosef, ia dengan dua orang debt collector salah satunya korban Zuliyadin sempat beradu argument. Hingga akhirnya, menemui kesepakatan kalau sepeda motor itu tidak jadi ditarik, asalkan dirinya mau datang ke kantor Adira Finance di Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur.

“Saat itu saya bilang lagi buru-buru, karena saya mau berangkat kerja di Koperasi di daerah Korpri. Lalu saya diajak ke kantor Adira Finance untuk tanda tangani surat dan motor tidak jadi ditarik,”terangnya.

Setelah sampainya di kantor Adira Finance, Yosef merasa terkejut, karena selembar surat yang diberikan dan harus ditandatanginiya, adalah surat berita acara penarikan sepeda motor. Kemudian ia mengajak korban keluar dari kantornya, dan meminta kunci kontak sepeda motor yang dibawanya itu. Tapi korban tidak mau memberikannya, saat itu emosinya semakin memuncak karena merasa sudah dibohongi.

“Karena kunci kontak motornya gak dikasih-kasih, emosi saya makin muncak dan tanpa pikir panjang lagi korban langsung saja saya tikam dengan pisau yang ada dipinggang saya,”jelasnya.

Saat ditanya apakah pisau jenis garpu yang digunakan untuk menusuk korban memang sengaja sudah dipersiapakan, Yosef mengaku, kalau pisau tersebut sudah ia bawa selama ini dan hanya untuk menjaga diri saja.

Polisi menangkap Muhammad Firnanda Yosef (22) pelaku penusukan terhadap korban debt collector, taklama berselang setelah pelaku menusuk korban di halaman parkir kantor Adira Finance di Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur.

Dari penangkapan itu, polisi menyita sebilah pisau jenis garpu yang digunakan pelaku untuk menusuk punggung korban Zuliyadin. Selain itu juga, disita satu buah flasdisk berisi rekaman penganiayaan dari kamera CCTV di lokasi parkiran kantor Adira Finance dan pakaian milik korban.