Merasa Difitnah Menjelang Muktamar NU, Gus Fahrur akan Tempuh Jalur Hukum

  • Bagikan
Pengasuh pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur). Foto: Istimewa via malangtimes.com

TERASLAMPUNG.COM — Pengasuh pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengaku telah difitnah dengan hoax atau berita bohong.

Dalam berita di tiga media itu disebutkan Gus Fahrur telah memamerkan uang dolar satu tas dan mengatakan Kemenag akan mendukung Gus Yahya sebagai calon Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) dalam Muktamar NU yang akan digelar di Lampung pada Desember 2021 mendatang. Padahal, Gus Fahrur mengaku tidak pernah diwawancara dan melakukan terkait hal itu.

“Ada tiga media, saya tidak pernah diwawancarai. Ini jelas fitnah, berita palsu,” kata Gus Fahrur dalam keterangan tertulis pada media, Minggu (31/10/2021).

Gus Fahrur mengaku sudah melakukan klarifikasi dan membantah  keras berita tersebut.

“Itu adalah murni fitnah dan opini menyesatkan, mereka menyebut sumbernya adalah grup WA gus dan ning, padahal faktanya tidak pernah ada ungkapan itu,” kata Gus Fahrur.

Menurut Gus Fahrur, ada tiga media yang membuat berita bohong tentang dirinya; yakni harianmerdekapost.com, hukumkriminal.com, dan  radarbangsatv.com. Ketiga media ini memuat berita yang hampir sama. Bahkan titik komanya sama sekali dan seakan berita ini merupakan berita kiriman dari seseorang yang tidak bertanggung jawab.

“Ketiga media itu sama sekali tidak berusaha untuk mengkonfirmasi kebenaran info yang mereka dapatkan. Saya sudah berhasil menghubungi satu media yaitu harianmerdekaPost.com, dan pimrednya minta maaf serta menghapus berita tersebut, namun belum memuat berita bantahan sebagai hak jawab saya,” kata Gus Fahrur.

Terkait berita ini, Gus Fahrur juga akan melaporkan ke Dewan Pers untuk selanjutnya juga akan melaporkan pencemaran nama baik ke kepolisian.

“Saya juga minta kepada semua pihak agar tidak percaya dan menyebarkan berita bohong tersebut untuk menghindari tuntutan pencemaran nama baik UU ITE,” ujar Gus Fahrur.

Muktamar NU direncanakan akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021 dan dilakukan secara hybrid. Pembukaannya akan digelar di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah. Dua lokasi lain yang dijadikan arena muktamar adalah kampus UIN Raden Intan dan Universitas Malahayati.

Hingga kini setidaknya ada dua kandidat calon  Ketua Umum NU, Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf.

Rls

  • Bagikan