Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Merasa Dilecehkan, Para Wartawan di Lampura Boikot Acara BPJS

Merasa Dilecehkan, Para Wartawan di Lampura Boikot Acara BPJS

689
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Merasa dilecehkan, sejumlah wartawan yang melakukan peliputan ‎kegiatan senam massal yang digelar BPJS Kesehatan Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Minggu pagi (29/7/2018) ‎memboikot pemberitaan tersebut.

Aksi boikot ini dipicu oleh pernyataan tak simpatik dari Hafis, pegawai Humas BPJS Kotabumi kepada wartawan yang hadir pada kegiatan tersebut. Dalam pernyataannya kepada wartawan yang hadir, Hafis menganggap kedatangan para wartawan  ke lokasi dilatarbelakangi oleh uang.

‎”Terbitin dulu beritanya, nanti uangnya saya berikan besok karena uangnya ada di kantor,” tiru Lutfansyah, wartawan Warta9.com, Minggu (29/7/2018).

Perkataan ini yang menjadi awal dari ketersinggungan para pewarta di lokasi. Perkataan itu disampaikan oleh yang bersangkutan kala ia dan rekan – rekannya sedang meliput pembagian hadiah dalam kegiatan tersebut. Saat itu, Hafis sengaja menghampiri ia dan rekan – rekannya.‎

Awalnya ia mengaku tak begitu menghiraukan pernyataan tersebut. Namun, yang bersangkutan kembali mengulangi pernyataannya dengan rekannya yang bernama Antaufik Riska alias Eka, wartawan Translampung.

Kepada Eka, Hafis ‘membebaskan’ wartawan yang hadir untuk memberitakan atau tidak memberitakan kegiatan mereka saat itu. Mendengar perkataan terakhir Hafis, emosi para pewarta yang ada di lokasi tak dapat lagi ditahan.

Sebab, perkataan itu seolah – olah menilai ia dan rekan – rekannya tak akan memuat berita itu kalau tak ada ‘kompensasinya’. Padahal, kedatangan mereka di lokasi karena sengaja diundang oleh yang bersangkutan melalui grup WhatsApp BPJS beberapa hari lalu.‎

‎”Beliau (Hafis,red) bilang terbitnya nanti saja ketika uangnya ada di hari Senin atau Selasa. Kalau nggak diterbitin juga nggak apa – apa. Perkataan ini seolah – olah menganggap kami yang datang ke sini karena alasan uang. Padahal, kami ke sini karena menghargai undangan beliau selaku mitra kerja,” tegas dia.

‎Di tempat sama, Antaufik Riska alias Eka ‎mengaku sangat tersinggung dengan perkataan Hafis tersebut. Sebab, yang bersangkutan menilai ia dan rekan – rekannya datang ke acara itu karena uang.

Padahal, sudah menjadi tugas setiap pewarta untuk mencari, mengolah dan memberitakan setiap kegiatan/informasi yang bermanfaat bagi masyarakat diminta atau tidak diminta. Apalagi memang sengaja diminta untuk melakukan peliputan.

“Kami tidak pernah meminta uang kok tiba – tiba beliau (Hafis,red) bilang gitu. Itu yang bikin kami tersinggung dan merasa dilecehkan karena seolah – olah kami ini jual berita,” tandasnya.

‎Di sisi lain, Hafis mengaku sama sekali tidak ada niat untuk membuat para pewarta yang hadir menjadi tersinggung karena perkataannya. ‎Ia mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada mereka apabila memang perkataannya dianggap kurang pantas.

“Saya (sama sekali) tidak ada maksud untuk menyinggung perasaan kawan – kawan (media). Dan yang terjadi di lapangan juga saya tidak diberi kesempatan untuk berbicara, saya sudah minta maaf secara langsung di saat itu juga bila telah menyinggung, tetapi malah saya dibentak – bentak‎,” kata dia.‎