Beranda News Berita Foto Merayakan Maulid Nabi dengan Karnaval Kembang Telur

Merayakan Maulid Nabi dengan Karnaval Kembang Telur

815
BERBAGI
Mengarak kembamg telur keliling kampung di Batuputu, Telukbetung Barat, Bandarlampung, Minggu (4/1/2015). Foto: Dana R Rahmat)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di beberapa daerah di Lampung tidak hanya identik dengan pengajian dengan menghadirkan kyai. Maulid juga berarti “riungan” atau doa bersama di mushola.

Anak-anak ikut bergembira berkeliling kampung mengarak kembang telur. Foto: Dana R. Rahmat

Dalam acara doa bersama itu biasanya warga akan membawa aneka makanan. Antara lain nasi lengkap dengan lauk dan sayur, buah-buahan, dan telur rebus yang diberi hiasan.

Telur rebus yang sudah dihias dengan aneka pernih biasa disebut “kembang telur”. Biasanya, warga yang ikut riungan akan membawa “kembang telur”. Terkadang, “kembang telur” hanya dibuat oleh warga yang mampu atau warga yang ingin bersedekah. Jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan kembang telur.

Kembang telur dibawa dengan mobil hias dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kota Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (3/1/2014). Foto: Iwan J Sastra.

Perayaan Maulid Nabi biasanya akan dianggap afdal jika kembang telur itu diarak keliling kampung. Biasanya ratusan kembang telur diarak keliling kampung setelah diikat dengan benang pada bilah-bilah kecil bambu dan ditancapkan di batang pohon pisang. Bilah-bilah bambu dan batang pohon pisang juga dihias.