Merayakan Pergantian Tahun Ala Komite Sastra DKL (2)

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, Teraslampung–Lampung yang sejak dulu di kenal sebagai negerinya penyair. Namun,akhir-akhir ini minat masyarakat untuk dunia tulis menulis tampak menurun. Padahal,  ada banyak manfaat menulis yang bisa kita peroleh, termasuk sebagai terapi diri untuk meraih kesuksesan, menghilangkan stres, dan sebagai media merencanakan target yang ingin dicapai.

Selain itu, juga  untuk menuliskan komitmen, sebagai pengontrol target, alat memformulasikan ide baru, alat penyimpan memori, memudahkan penyelesaian masalah, sebagai media refleksi dan kebijkasanaan.

Mengemukakan gagasan secara tertulis tidaklah mudah. Di samping dituntut kemampuan berpikir yang memadai, juga dituntut berbagai aspek terkait lainnya. Misalnya penguasaan materi tulisan,  pengetahuan bahasa tulis, motivasi yang kuat, dan lain-lain.

Seorang  penulis harus menguasai lima komponen tulisan yaitu:  isi (materi) tulisan,  organisasi tulisan,  kebahasaan (kaidah bahas tulis),  gaya penulisan,  mekanisme tulisan, dan lain sebagainya. Menulis bukan hanya sekedar menuliskan apa yang diucapkan tetapi merupakan suatu kegiatan terorganisir sedemikain rupa sehingga terjadi suatu tindak komunikasi antara penulis dan pembaca.

Oleh sebab itu, Komite Sastra merasa perlu mengadakan workshop menulis kreatif, agar kemampuan menulis dan berpikir kreatif  di Lampung semakin membaik. Menulis itu penting,  bukan hanya bagi sastrawan tapi bagi semua profesi. Peserta akan belajar mencari dan mengembangkan ide, latihan berpikir kreatif dan logika, membangun struktur, menganalisis dan meramal karakter—hal-hal yang sebetulnya berguna bukan hanya untuk menulis cerita tapi juga untuk bidang pekerjaan lain.

Pada Workshop kali ini Komite Sastra menghadirkan narasumber yang sangat familiar di Lampung. Dia adalah  penyair, mantan redaktu seni dan budaya, yang juga sutradara teater kondang, Iswadi Pratama. Pendiri Teater Satu Lampung, yang karya-karyanya sudah diakui di tingkat nasional dan internasional. Berbagai penghargaan telah di raih olehnya. Demikian juga dengan Ari Pahala Hutabarat, pendiri dan sutradara Komunitas Berkat Yakin (KoBER). Karya-karya puisinya telah banyak dipublikasikan di berbagai media nasional, dan mengikuti berbagai event nasional dan internasional, seperti Ubud Writer Festival, Biennale Sastra, Panggung Penyair Indonesia Modern dan lain sebagainya.

Dalam penyampaian materi workshop, Iswadi Pratama dan Ari Pahala Hutabarat akan mengajak peserta langsung praktik bagaimana menulis,  mencari dan mengurai ide/gagasan, bagaimana memilih diksi, mengembangkan paragraf, dan lain sebagainya. Karena itu seluru peserta workshop menulis kreatif harus membawa laptop atau alat tulis lainnya karena selama dua hari peserta akan lebih banyak pratik dibanding materi ceramah.

Baik Iswadi Pratama mau pun Ari Pahala  akan berbagi pengetahuan terkini yang dibutuhkan seorang agar bisa menjadi penulis yang keren. Pemateri akan semakin lengkap dengan kesediaan Udo Z Karzi, Redaktur Seni dan Budaya SKH Lampung Post, yang juga penyair, cerpenis dan pemerhati sejarah, yang telah memperoleh sejumlah penghargaan atas karya-karyanya.

Menutup tahun 2014, Komite Sastra DKL juga akan menggelar acara  pembacaan sajak-sajak Sitor Situmorang oleh Sastrawan Lampung. Acara itu akan digelar pada  Jumat, 26 Desember 2014, pukul   19.00 WIB  di  Gedung Graha Kemahasiswaan lantai  1 UKMBS Universitas Lampung.

Alexandr Gebe

  • Bagikan