Beranda News Anakidah Mertua dan Menantu Kompak Jadi Pencuri Lintas Provinsi

Mertua dan Menantu Kompak Jadi Pencuri Lintas Provinsi

591
BERBAGI
Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma menunjukkan photo tersangka Heriyanto alias Heri Kucing (38), warga Quen Artha, Telukbetung Barat dan barang bukti kendaraan mobil yang diamankan di Mapolres Cilegon, Banten saat pres reles ungkap kasus di Mapolsek Pringsewu Kota, Senin (10/9/2018).
Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma menunjukkan photo tersangka Heriyanto alias Heri Kucing (38), warga Quen Artha, Telukbetung Barat dan barang bukti kendaraan mobil yang diamankan di Mapolres Cilegon, Banten saat pres reles ungkap kasus di Mapolsek Pringsewu Kota, Senin (10/9/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TANGGAMUS– Heriyanto (38) dan Anif Januardi (25), mertua dan menantu yang sering mencuri di wilayah lintas provinsi, dibekuk polisi baru-baru ini setelah mencuri ponsel, laptop dan barang berharga lainnya di Pondok pesantren (Ponpes) di Kelurahan Pringsewu Selatan dan di  Cilegon, Banten.

Heriyanto alias Heri Kucing meupakan warga Quen Artha, Telukbetung Barat, Bandarlampung, sedangkan  Anif Januardi  warga Kelurahan Panjang Utara, Bandarlampung.

“Tersangka Heri Kucing dan Anif  adalah mertua dan menantu, keduanya ditangkap tim gabungan Unit Reskrim Polsek Pringsewu, Satreskrim Polres Tanggamus serta Polres Cilegon, Banten di dua lokasi dan waktu berbeda,”kata Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma, Senin 10 September 2018.

Menurutnya, selain kedua tersangka, masih ada satu tersangka lain berinisial AR yang saat ini masih dalam pencarian dan sudah ditetapkan sebagai DPO. Saat menjalankan aksinya, para tersangka kerap menggunakan kendaraan mobil rental.

“Dari keterangan tersangka, selama menjalankan aksi pencurian tersebut mereka beraksi dengan cara berkeliling di wilayah Lampung bahkan hingga ke Pulau Jawa,”ujarnya.

AKBP I Made Rasma mengungkapkan, tersangka Heri Kucing sudah lebih dulu ditangkap Satreskrim Polres Cilegon beberapa hari lalu dan saat ini tersangka diamankan di Mapolres Cilegon, Banten. Sedangkan menantunya tersangka Anif, berhasil ditangkap tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pringsewu, Satreskrim Polres Tanggamus dan Polres Cilegon, Sabtu 8 September 2018 kemarin.

“Untuk tersangka Arif, saat ini diamankan di Mapolsek Pringsewu Kota dan kasusnya masih dalam pengembangan untuk mengungkap dugaan adanya TKP lain yang dilakukan tersangka,” katanya.

Dari penangkapan kedua tersangka, kata Kapolres Tanggamus ini, diamankan satu unit mobil Avanza plat nomor A 1752 FP yang digunakan pelaku dan diamankan di Mapolres Cilegon, lalu lima unit ponsel, tiga kotak ponsel, uang tunai Rp 1,2 juta hasil penjualan barang curian serta satu potong celana yang dipakai pelaku saat melakukan aksi pencurian tersebut.

“Aksi pencurian yang dilakukan tersangka di Ponpes Nurul Falah Pringsewu, sempat viral di medsos Facebook karena terekam kamera pengintai CCTV (circuit closed television) saat sedang melakukan pencurian,”ungkapnya.

AKBP I Made Rasma mengutarakan, tersangka melakukan pencurian ponsel milik Yossi Ary Yanti (22), salah seorang perawat Rumah Sakit Asih Pringsewu Timur, Senin 27 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 04.30 WIB. Pada hari yang sama sekitar pukul 06.30, tersangka juga beraksi menggasak lima unit ponsel dan notebok milik Lukman Hakim (29) di Ponpes Nurul Huda Pringsewu Selatan.

“Selain mencuri di wilayah Pringsewu,  Arif dan Heri Kucing kerap mencuri di wilayah Cilegon, Banten. Barang  hasil curian tersebut kerap dijual oleh mereka di wilayah Pringsewu,”terangnya.

Saat melakukan aksinya  kedunya memiliki peran berbeda. Heri Kucing berperan sebagai eksekutor yang mengambil barang curian. Sementara menantunya selain sebagai eksekutor juga sebagai penjual barang hasil curian.

“Modusnya, agar tidak dicurigai oleh korbannya tersangka Heri dan Arif berpura-pura seperti tamu sembari mengamati adanya barang berharga yang tergeletak untuk bisa diambil. Begitu dilihat ada barang berharga yang bisa diambil, tersangka Heri maupun Arif langsung masuk ke dalam dengan cepat untuk mengambil ponsel dan barang berharga lainnya,” katanya.

Akibat perbuatannya, keduanya disel di tahanan Mapolsek Pringsewu dan Mapolres Cilegon. Keduanya terancam Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemeratan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Loading...