Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Meski Langgar Aturan dan Lewat “Deadline”, Pelaksana Proyek Jalan di Desa Pekurun...

Meski Langgar Aturan dan Lewat “Deadline”, Pelaksana Proyek Jalan di Desa Pekurun Utara Masih Ditoleransi

346
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Papan nama proyek menunukkan proyek jalan di Desa Pekurun Utara tidak menggambarkan secara pasti kapan proyek dimulai dan kapan berakhir. Pada papan nama proyek hanya ditulis waktu 90 hari. Berdasarkan penelusuran Teraslampung, tenggat proyek itu telah lewat bulan lalu. 

Kotabumi–Meski telah jelas melanggar aturan, Pemkab Lampung Utara (Lampura) masih memberikan toleransi waktu bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek jalan ‘bermasalah’ di Desa Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah.

“Hasil pertemuan dengan pak Sekda (Sekkab) dengan Tim MP3KI ‎(Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia)‎ Abung Tengah, mereka (Tim) diberikan waktu seminggu untuk melaporkan perkembangan proyek jalan itu,” kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lampura, Wahab‎ usai pertemuan tersebut, di pelataran parkir kantor Pemkab, Kamis (7/5).

Namun, menurut Wahab, Pemkab belum memberikan batas waktu hingga kapan pengerjaan itu harus selesai meski secara aturan telah melanggar. “Ini bukan batas waktu pekerjaan harus selesai. Pak Sekda inginkan harus ada progress/perkembangan dulu dari pekerjaan itu dalam seminggu ini,” terangnya.(Baca:  Anggota Tim Proyek Jalan Bermasalah di Desa Pekurun Utara Datangi Sekkab Lampung Utara).

Wahab juga mengatakan, pihak pemasok material dalam proyek MP3KI ini tidak hadir dalam pertemuan penting tersebut meski kehadirannya sangat diharapkan. Masih menurut Wahab, salah satu pemasok material itu bernama Ano Wahyudi yang tak lain kakaknya anggota DPRD Lampura, Rafless. Terkait ketidakhadiran pihak pemasok, masih kata Wahab, pimpinannya menginstrusikan untuk melaporkan pihak pemasok material jika masih tak mau menyelesaikan tugasnya dalam rentang waktu sepekan ini.

“Pak Sekda juga sudah perintahkan, suruh laporkan kalau tidak ada perkembangan dalam waktu seminggu ini. Apakah ada niat baik atau tidak, ya kita tunggu seminggu ini,” sergah mantan pejabat Way Kanan tersebut.

Di tempat yang sama, ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Abung Tengah, Triyono membenarkan bahwa Pemkab tak memberikan batas waktu pengerjaan jalan ‘bermasalah’ tersebut meski telah melanggar aturan. Pihaknya hanya diberikan waktu untuk segera memulai perbaikan jalan itu dalam waktu sepekan ini. “Tidak ada batas waktu. Kita cuma diberikan waktu seminggu ini untuk memulai pekerjaan itu dan melaporkannya kembali ke pak Sekda,” kata dia.

Meski sudah lewat tenggat, proyek jalan di Desa Pekurun Utara, Abung Tengah, Lampung Utara belum selesai.

Triyono membenarkan bahwa salah satu pemasok material yang bernama Ano merupakan kakak Rafless Yang berprofesi sebagai anggota DPRD Lampura. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa besaran dana untuk pengadaan material yang mencapai Rp.170 juta telah diberikan seluruhnya kepada pihak pemasok.  “Kalau nanti material sudah nyampe, pasti mulai kami kerjakan,” ‎kilahnya.

Diketahui, meski telah melewati batas waktu yang ditentukan, pembangunan jalan Desa Pekurun Utara yang menghubungkan lima Dusun masih belum selesai dikerjakan. Bahkan, tahapan pekerjaannya baru mencapai sekitar 25 persen. Penyebabnya, material bebatuan yang sedianya dipasok oleh pemasok hanya cukup untuk panjang jalan sekitar 475 meter saja.

Parahnya lagi, jalan yang baru dikerjakan sekitar 25 persen itu disinyalir tak sesuai standar. ‎Hal ini terlihat dari tak adanya pasir di bawah bebatuan jalan yang dibangun. Tak hanya itu, luas jalan juga diduga mengalami penyusunan dari 2,5 meter menjadi 2,3 meter. Akibat buruknya kualitas jalan itu, warga lima Dusun enggan melintasi jalan tersebut karena berbahaya terutama saat hujan.

Berita Terkait:  Camat Abung Tengah Ancam akan Bawa Kasus Proyek Jalan Desa Pekurun ke Proses Hukum
Baca Juga: Proyek Jalan Penghubung di Desa Pekurun Utara Diduga tak Sesuai Standar