Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Meski Menunggak BPJS, Akhirnya Biaya Persalinan Warga Bandarlampung Ini Gratis

Meski Menunggak BPJS, Akhirnya Biaya Persalinan Warga Bandarlampung Ini Gratis

170
BERBAGI
Rumah Sakit Ibu dan Anak Santa Anna di jalan Hasanuddin, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Rumah Sakit Ibu dan Anak Santa Anna di jalan Hasanuddin, Telukbetung Selatan, Bandarlampung. Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Wajah Hendri (42) terlihat kuyu karena kurang tidur. Ia bingung mencari biaya persalinan istrinya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Santa Anna di Jalan Hasanuddin. Itu  setelah pihak rumah sakit menolak fasilitas Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) yang dia ajukan.

“Saya membawa  istri saya untuk melahirkan di RS Santa Anna, karena rumah sakit ini saya dengar rumah sakit tersebut ikut mendukung P2KM Pemkot Bandarlampung. Dengan begitu saya bisa hanua pakai kartu keluarga (KK) dan KTP. Istri saya bisa bersalin gratis,” kata Hendri, warga jalan Blora, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat kepada teraslampung.com, belum lama ini.

Menurutnya, pada awal masuk rumah sakit Santa Anna saat pendaftaran petugas setuju dia menggunakan fasilitas KK dan KTP (P2KM) tapi tiba-tiba petugas pendaftaran berubah karena Hendri dan keluarga peserta BPJS.

“Waktu mendaftar (18/12) saya mengisi formulir dan saya sudah kasi tahu kalau istri saya melahirkan menggunakan fasilitas P2KM. Setelah saya isi, tidak lama saya dipanggil lagi oleh petugas. Menurutnya, kami tidak bisa menggunakan P2KM karena saya menunggak iuran BPJS sekitar delapan jutaan,” ujarnya.

“Kemudian petugas itu menawarkan untuk ikut umum saja. Saya menunggak BPJS dan saya ikut P2KM karena saya tidak punya biaya. Saya sekarang bingung, kalau dari awal dikasi tahu tidak bisa menggunakan KK dan KTP saya bisa antar istri ke bidan,” ungkap laki-laki yang kini tidak punya kerjaan tetap sejak usaha kakaknya di Bogor, Jawa Barat bangkrut dampak pandemi Covid-19 itu.

Teraslampung.com mencoba mengkonfirmasi ke pimpinan RSIA Santa Anna, sayangnya pimpinan rumah sakit itu menurut sekuriti yang bertugas sedang tidak ada di tempat.

“Maaf pak, pimpinan sedang keluar petugas yang lain tidak berani menjawab karena tidak ada izin dari pimpinan,” jelas Feri, petugas keamaan RS Santa Ana.

Selanjutnya beberapa awak media mencoba meyakinkan pihak rumah sakit agar istri Hendri dapat menggunakan fasilitas P2KM.

Akhirnya, setelah diberi penjelasan oleh mereka, pihak rumah sakit mengeluarkan surat ke Dinas Kesehatan yang meminta biaya persalinan akan ditanggung oleh Pemkot Bandarlampung.

“Alhamdulillah setelah kami jelaskan bahwa P2KM tidak ada hubungannya dengan BPJS dan syarat untuk memanfaatkan P2KM cukup KK dan KTP saja akhirnya pihak rumah sakit mau menerima dan menyerahkan surat kepada Hendri agar dibawa ke Dinas Kesehatan untuk menyatakan bahwa istrinya yang melahirkan itu akan dibayar oleh pemkot,” jelas Udin.

Untuk diketahui, Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Pemkot Bandarlampung bekerjasama dengan 13 rumah sakit negeri dan swasta.

Saat penandatanganan kerjasama dengan 13 rumah sakit implementasi Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM), Senin 23 Desember 2019, Walikota Herman HN menyatakan, masyarakat Bandarlampung peserta BPJS yang sudah tidak mampu membayar iurannya lagi harus diterima untuk dirawat karena pemkot yang akan membayarnya.

Dandy Ibrahim