Beranda Hukum Miliki Senjata Tajam.Warga Padangcermin Dicokok Polisi

Miliki Senjata Tajam.Warga Padangcermin Dicokok Polisi

72
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Bambang Wahyono (25) warga Dusun Trimulyo, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsekta Telukbetung Barat, Senin (2/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Barat, Bandarlampung.

Polisi menangkap tersangka Bambang, karena terbukti menyimpan dan memiliki senjata tajam (sajam) jenis pisau garpu saat petugas sedang melaksanakan giat patroli Operasi Cempaka.

Kapolsekta Telukbetung Barat Kompol A. Yudi Taba mengatakan, tersangka Bambang diringkus Tekab 308 saat melakukan patroli operasi Cempaka di wilayah hukum Polsekta Telukbetung Barat.

“Jadi petugas sedang patroli di jalan dan pada jam rawan tindakan kriminalitas, mendapati tersangka yang gerak-geriknya mencurigakan. Ketika akan didekati dan diperiksa petugas, tesangka ini seperti
ketakutan,” kata Yudi Taba, Selasa (3/11).

Yudi mengutarakan, tersangka sempat berusaha untuk mencoba kabur ketika didekati, petugas lalu mengejar tersangka hingga akhirnya petugas dapat menangkap tersangka di daerah Kota Karang. Saat
diperiksa, petugas menemukan sebilah senjata tajam jenis pisau badik yang disembunyikan tersangka dibalik baju dan diselipkan di pinggangnya.

“Tersangka Bambang ini, awalnya jalan biasa, tetapi setelah melihat petugas dan akan didekati dia (Bambang) langsung lari. Karena curiga, petugas lalu mengejar dan menangkap tersangka, saat diperiksa tersangka menyimpan senjata tajam,”tuturnya.

Guna pemeriksaan, lanjut Yudi, tersangka dibawa ke Kantor dan berdasarkan dari keterangan tersangka, pada malam itu tersangka mengaku baru dari Metro jalan kaki dan rencananya mau pulang
kerumahnya di Pesawaran. Namun petugas tidak mempercayainya begitu saja, diduga senjata tajam jenis pisau garpu tersebut akan digunakan tersangka untuk melakukan tindakan kejahatan.

“Tidak mungkin, apa iya dari Metro jalan kaki. Saat diperiksa, tersangka juga berpura pura linglung. Pisau garpu itu, tersangka gakunya hanya untuk jaga diri. Tapi kami mencurigai bahwa senjata
tajam itu akan digunakan untuk kejahatan, kasus ini masih dikembangakan,”terangnya.

Tersangka bakal dijerat UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Loading...