Beranda News Nasional Minim Sosialisasi, Tol Laut Pelabuhan Panjang – Tanjung Perak Sepi Peminat

Minim Sosialisasi, Tol Laut Pelabuhan Panjang – Tanjung Perak Sepi Peminat

595
BERBAGI
Menteri Perhubungan Ignasus Jonan (ketiga dari kiri) dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo (seragam cokelat) saat meninjau Kapal Mutiara Persada II yang melayani pelayaran Jalan Tol Laut jurusan Pelabuhan Panjang - Pelabuhan Tanjung Perak, 6 Mei 2015 lalu. (Foto Ist) 
Menteri Perhubungan Ignasus Jonan (ketiga dari kiri) dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo (seragam cokelat) saat meninjau Kapal Mutiara Persada II yang melayani pelayaran Jalan Tol Laut jurusan Pelabuhan Panjang - Pelabuhan Tanjung Perak, 6 Mei 2015 lalu. (Foto Ist) 

Teraslampung.com — Minimnya sosialisasi keberadaan Tol Laut jalur Pelabuhan Panjang (Bandarlampung) – Tanjung Perak, Surabaya (Jawa Timur) menyebabkan perusahaan penyeberangan merugi. Sebab, jarang mobil truk yang memanfaatkan moda transportasi laut itu.

Kapal Roro Mutiara Persada II  berkapastias 200 truk yang melayani jalur itu, selama ini rata-rata per hari hanya dinaiki 35-40 truk.

Tol Laut jalur Lampung-Surabaya diresmikan Menteri Perhubungan  Ignatius Jonan  pada 6 Mei 2015 lalu, Tol Laut
dimaksudkan untuk mengurangi beban jalan nasional di Lampung dan jalur pantai utara (Pantura).

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Lampung, Adeham,mengatakan sebenarnya Tol Laut ini bisa menghemat
biaya transportasi serta suku cadang kendaraan.

“Mereka (para sopir truk) belum pahami keberadaan Tol Laut ini. Dari segi kesehatan, ongkos, keselamatan lebih bermanfaat bagi sopir,” kata Adeham , di ruang kerjanya,  Kamis (4/6).

Adeham membantah naik kapal roro lewat jalur Tol Laut merugikan para sopir truk karena ongkosnya mahal.

“Itu tidak benar. Para sopir tidak mengkaji untung ruginya biaya perjalanan Lampung-Surabaya. Belum lagi macet di perjalanan. Kalau menggunakan Tol Laut mereka bisa istirahat lebih lama dan dimanjakan pelayanan penyeberangan,” kata dia.

Mnurut Adeham, jika pengusaha angkutan barang rutin menggunakan Truk Laut, maka bisa menghmat suku cadang.

“Jika selama ini mereka biasa ganti suku cadang enam bulan sekali, dengan menggunakan Tol Laut bisa lebih lama lagi menggatinya. Karena suku cadang tidak cepat aus. Yang jelas Tol
Laut ini, selain cepat, keselamatan sopir juga terjamin,” tandasnya.

Mas Alina Arifin