Beranda News Nusantara Minta Jokowi Angkat Isu Lingkungan di KTT APEC, Anggota Bawaslu Merauke Diperiksa...

Minta Jokowi Angkat Isu Lingkungan di KTT APEC, Anggota Bawaslu Merauke Diperiksa TNI-Polri

369
BERBAGI
Tulisan di atas kertas yang membuat Agustinus Mahuze ditangkap lalu diperiksa polisi (tabloidjubi.com)

TERASLAMPUNG.COM — Agustinus Mehuze, Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Merauke, sempat ditangkap dan diperiksa oleh kepolisian Merauke setelah ia membentangkan kertas bertuliskan “SOS. Our Earth” saat iring-iringan Presiden Joko Widodo melintas di pertigaan Lepro, Merauke, Jumat (16/11/2018).

“Saat itu saya sedang berjalan dari arah Wasur ke kota. Sekitar jam setengah tiga siang. Di pertigaan Lepro saya lihat iring-iringan presiden. Spontan saya ambil kertas yang saya tulis dengan arang itu lalu membentangkannya. Tujuan saya agar presiden melihatnya dan mengangkat isu lingkungan ini saat KTT APEC di Papua Nugini,” ungkap Agustinus Mahuze kepada Jubi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/11/2018) pagi.

Sebelum menjadi anggota Bawaslu Merauke, Agustinus Mahuze dikenal luas sebagai aktivis lingkungan, masyarakat adat dan pendidikan di Merauke.

Dijelaskan oleh Agustinus, setelah membetangkan tulisan tersebut, ia didatangi oleh oknum anggota TNI yang saat itu bertugas mengamankan kunjungan presiden. Memang ada polisi saat itu, namun polisi tidak mempersoalkan tulisan yang dibentangkannya itu. Anggota TNI yang mendatanginya itu lalu bertanya secara intimidatif kepadanya tentang apa maksud dia membentangkan tulisan itu.

“Oknum TNI itu juga bertanya saya ini dari organisasi mana. Saya jawab saya tidak dari organisasi manapun. Lalu dia periksa dompet dan tas saya. Di tas saya hanya ada bahan pekerjaan saya di Bawaslu.,” ungkap Agustinus.

Setelah memeriksa Agustinus, oknum TNI tersebut meminta meminta polisi membawa Agustinus ke Polres Merauke untuk diperiksa.

Agustinus lalu dibawa ke Polres Merauke sekitar pukul 15.30 waktu setempat untuk menjalani pemeriksaan. Awalnya ia diperiksa di bagian umum Polres Merauke. Namun kemudian diminta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di bagian intel.

Namun polisi yang bertugas melakukan pemeriksaan di bagian intel sedang tidak berada di tempat sehingga ia harus menunggu hingga pukul 18.00 sebelum dipersilahkan pulang.

“Jam enam sore polisi bilang saya pulang saja dan tinggalkan nomor telepon untuk dihubungi. Tapi baru tiga puluh menit saya meninggalkan Polres, polisi menelpon saya untuk kembali,” lanjut Agustinus.

Saat ditelpon itu, ia sedang makan bersama beberapa kawannya yang datang mendampinginya, tak jauh dari lokasi Polres Merauke. Ia lalu kembali ke Polres dan menjalani pemeriksaan di bagian intel.

“Intinya saya diklarifikasi tentang maksud tulisan saya dan tujuan saya membentangkan tulisan itu. Saya jawab seperti sebelumnya. Hanya mengangkat isu lingkungan, tidak ada tujuan politik sedikitpun,” jelas Agustinus.

Setengah jam kemudian Agustinus dipersilahkan meninggalkan Polres Merauke.

Aktivis lingkungan dan pendidikan di Kota Merauke ini menyayangkan sikap oknum anggota TNI yang memeriksa dan mengintimidasi dirinya.

“Polisi sangat kooperatif. Tapi intimidasi oknum anggota TNI itu menunjukan bahwa perilaku TNI di Papua ini belum berubah,” sesal Agustinus.

tabloidjubi.com | teras.id

Loading...