Beranda News Bandarlampung Minyak Tumpah di Pantai Panjang, Walhi Khawatir Banyak Ikan akan Mati

Minyak Tumpah di Pantai Panjang, Walhi Khawatir Banyak Ikan akan Mati

605
BERBAGI
Tumpahan minyak sawit di Pantai Panjang

TERASLAMPUNG.COM — Tumpahan minyak kelapa sawit (Crued Palm Oil/CPO) yang terjaid pada Kamis pagi, 28 Juni 2018 di kawasan Pantai Panjang,Kota Bandarlampung,  tepatnya di depan Pelabuhan Pelindo II Panjang dikhawatirkan akan merusak lingkungan hidup di wilayah pesisir kota Bandar lampung.

“Karena tumpahan minyak yang diduga berasal dari kebocoran pipa/penampungan CPO PT LDC Indonesia tersebut berada pada lokasi yang hanya berjarak lebih kurang 100 meter dari garis pantai kota Bandar lampung,” kata Manajer Advokasi dabKampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung,Irfan Tri Musri, Kamis, 28 Juni 2018.

Menurut Irfan, ancaman kerusakan lingkungan hidup akibat tumpahnya minyak CPO tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan punahnya jenis ikan yang hidup diperairan dangkal dengan kedalaman 0-200 meter dan merusak terumbu karang yang ada di pesisir kota Bandar lampung serta biota laut lainnya.

“Tumpahan minyak kelapa sawit tersebut mengandung BOD (Biological Oxigen Demand) yang tinggi dan tentu sangat berbahaya bagi biota laut,” kata Irfan.

Walhi Lampung mendesak agar Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung segera melakukan pemeriksaan lapangan dan melakukan uji sampel terhadap kualitas air laut di pesisir Kota Bandarlampung.

Hal ini dilakukan agar nantinya pemerintah kota Bandarlampung dapat menentukan sikap terkait dengan Tumpahan Minyak kelapa sawit di Panjang tersebut.

“Kami juga meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas tumpahan minyak tersebut dapat segera melakukan penanganan Tumpahan Minyak tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyedot minyak itu kembali kedalam drum dengan cara minyak yang tumpah harus dikepung dahulu dengan pelampung agar tumpahan dan dampaknya tidak meluas,” katanya.

Loading...