Miskin Sepanjang Masa

  • Bagikan

Oleh: Dahta Gautama *

Saya selalu berkeyakinan, orang-orang yang hanya memiliki keahlian menengadahkan tangan (meminta) di saat kesulitan, akan menjadi “keset” selama ia hidup. Apalagi orang-orang yang gemar berbaik-baik kepada orang lain, dengan maksud ingin mendapat sesuatu.

Saya punya pengalaman serius akan hal ini. Akhirnya saya menjadi tahu letaknya, mengapa ada orang yang dalam sepanjang hidupnya miskin. Saya belajar dari orang-orang yang saya kenal, pernah dekat dan sebagian teman-teman.

Pernah pada suatu hari, seorang kawan lama (teman SMP) datang menemui saya untuk meminjam uang, mukanya memelas, kelihatan putus asa dan pucat. Saya langsung mengatakan, “Oke, kamu saya bantu.”

Kemudian saya meminta dia, mengantar saya ke ATM untuk sejumlah uang yang dia perlukan. Uang itu tak banyak, namun pada saat itu, saya memang sedang tak memiliki uang banyak. Saya tak pernah berpikir lain, misalnya, teman ini sebenarnya teman asing. Artinya, kami memang dekat sejak SMP, namun tak pernah ada upaya dia meluruskan silaturahim, dengan mengunjungi kami atau datang pada undangan-undangan yang kami berikan kepadanya pada acara di rumah kami.

Teman ini, adalah “manusia tak peduli”, sebenarnya. Suka urus diri sendiri, dan tak urus siapa-siapa. Pada pertemanan ini, saya lah pihak yang paling rajin menguatkan silaturahim itu. Saya selalu berkunjung ke rumahnya, saban Lebaran atau akhir pekan. Sangat unik, ketika dia menerima uang dari saya, setelahnya, tak pernah berkunjung ke rumah lagi, meski dalam momen hari raya.

Dia pasti akan datang ke rumah, kalau benar-benar membutuhkan uang. Yang terjadi terhadap orang ini, ia menjadi “keset” hingga hari ini. Kerja serabutan, badannya lemah dan kurus dan tentu masih tetap tak memiliki kepedulian. Sebagaimana, dahulu ketika dia pernah memiliki banyak uang, ketika bisnisnya laku.

Tentang teman SMP ini hanya instrumen saja. Pada konten ini saya melihat, bagaimana kemiskinan dibentuk dengan cara mudah. Bagaimana miskin mengendap dalam hidupnya sepanjang masa. Apakah karena malas? bukan. Apakah tak memiliki pekerjaan? bukan. Tak berpendidikan? bukan. Tak memiliki keahlian? bukan. Miskin dipelihara, selaras dengan pemeliharaan sikap.

Orang-orang yang memiliki sikap suka meminta, pelit alias kikir padahal dia memiliki harta, gemar menghina dan merendahkan orang lain, tak peduli dengan apapun kondisi orang lain, mementingkan diri sendiri, lupa pada jasa, lupa masa lalu, pandai berbelanja, ingin milik orang lain namun yang dia miliki tak boleh dihadiahi kepada orang lain, adalah sikap fundamental yang menyebabkan manusia menjadi miskin harta dan jiwa sepanjang hidupnya. ***


* Orang biasa

  • Bagikan