Beranda Views Opini Mitigasi Bencana Banjir Wilayah Lampung

Mitigasi Bencana Banjir Wilayah Lampung

203
BERBAGI

Oleh Eka Suci Puspita Wulandari
Prakirawan BMKG Lampung

Banjir merupakan momok yang cukup meresahkan masyarakat setiap tahunnya terutama untuk masyarakat yang memang tinggal di wilayah langganan banjir. Di musim hujan seperti sekarang ini tentunya potensi banjir sangat besar meskipun sering banjir ini tidak sampai menelan korban jiwa namun kerugian materil cukup besar dan mengganggu kegiatan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu BMKG mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan untuk meminimalkan dampak yang bisa ditimbulkan ketika hujan turun dalam waktu yang lama.

Banjir memang dominan disebabkan oleh faktor hidrometeorologi dan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang cukup luas. Ini menandakan aktivitas manusia yang meningkat dan semakin padat perumahan masyarakat. Namun perlu diketahui bersama bahwa dalam kondisi menerima hujan yang sama tidak semua wilayah mengalami banjir. Mengapa hal itu terjadi ? Salah satunya adalah kondisi lingkungan yang tidak baik dan ini yang harus menjadi gaya hidup kita kedepannya untuk menjaga lingkungan kita supaya kita mendapat timbal balik yang baik juga dari lingkungan tersebut.

Karakteristik banjir cukup beragam, ada banjir yang disebabkan karena hujan deras dalam waktu yang lama dan tidak diimbangi oleh kondisi resapan tanah sehingga air lama menggenang di atas tanah. Lalu ada banjir rob yang disebabkan karena pasang air laut, kondisi ini seringkali terjadi pada saat bulan purnama terjadi atau kondisi alam yang berkaitan dengan jarak antara bumi dan bulan. Berikutnya ada banjir bandang yaitu banjir air bah atau seringkali terjadi karena kiriman dari wilayah lainnya, banjir ini datang dengan tiba-tiba dan meluas hingga menghanyutkan semua yang dilaluinya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah banyak kerugian saat banjir ? Yang harus dilakukan sebelum terjadi banjir adalah perhatikan ketinggian rumah anda dari bangunan yang rawan banjir. Tinggikan panel listrik. Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah anda. Hal ini bisa dilakukan untuk masyarakat yang baru akan memiliki rumah, untuk masyarakat yang sudah memiliki rumah dan tinggal di wilayah rawan banjir tentunya akan memakan banyak biaya untuk merenovasi rumah. Yang paling mungkin dilalukan adalah dengan menjaga kondisi lingkungan, hidupkan kembali siskamling pada malam hari terutama saat kondisi hujan agar jika terjadi banjir bisa membangunkan masyarakat sekitar.

Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
– Simak informasi dari radio / BMKG mengenai informasi banjir / hujan lebat
– Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
– Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.

Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
– Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
– Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.

Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
– Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
– Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
– Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat. (Sumber : BNPB)

Saat ini sudah beberapa wilayah yang terdapak banjir seperti di wilayah Kelumbayan (Tanggamus), Kedamaian (Bandar Lampung), Marga Punduh (Pesawaran), dan Katibung (Lampung Selatan). Ini baru awal dari fase musim hujan dan kedepannya BMKG memprediksi hujan akan semakin intens terjadi dan intensitasnya mengalami peningkatan yang signifikan.

BMKG kembali mengajak masyarakat untuk meminta kepada instansi atau dinas terkait untuk memberikan sosialiasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor. Kemudian mari kita sama-sama membersihkan saluran pembuangan air mulai dari rumah kita sendiri hingga saluran yang lebih luas lagi. Mempersiapkan perlengkapan yang perlu digunakan sekiranya banjir terjadi seperti sepatu boot, senter, kotak P3K, lilin, radio, telepon seluluar, dan sebagainya. Waspada cuaca peduli iklim, siap selamat bersama BMKG.

Loading...