Beranda Ekbis Bisnis Mitos dan Khasiat Batu Akik Menurut Susan Melone

Mitos dan Khasiat Batu Akik Menurut Susan Melone

3294
BERBAGI
Susan Melone

Isbedy Stiawan ZS| Teraslampung.com

Para penggemar batu akik di Lampung, tentu sudah tak asing lagi jika mendengar nama Susan Melone. Ya, dialah salah seorang yang dikenal sebagai pengusaha batu akik dan berkualifikasi sebagai ‘pakar’ perihal batu mulia, terutama batu akik dan suiseki.

Susan Melone datang ke Tanjungbintang, Lampung Selatan, karena daerah ini dia anggap sangat berpotensi mengubah hidupnya. Dia sudah lama tahu bahwa Tanjungbintang adalah daerah kaya sumber daya alam, terumata batu akik (cincin) dan permata.

Pria yang menyunting perempuan bersuku Jawa asal Jatimulyo itu pun akhirnya menetap di Desa Srikaton Gunung Batu, Tanjungbintang. Selain itu, Susan juga memiliki rumah di Perumahan Kaliawi, karena anaknya bersekolah di Bandarlampung.

BACA: Pendekatan pada Batu Akik Versi Susan Melone

Bagi Susan Melone, pengoleksi dan pebisnis batu akik (batu cincin), batu akik atau permata dan suiseki (batu alami), bukan sekadar benda indah yang memiliki ekonomi dan layak dijadikan salah satu ladang bisnis.

“Sebenarnya batu cincin juga memilik mitos,” jelas Susan Melone, di sela-sela melayani tamu di rumahnya, di Tanjungbintang, Lampung Selatan, Selasa lalu (25/3/2014).

Menurut pria berdarah Bengkulu kelahiran Kotabumi, Lampung Utara ini, selama menggeluti batu akik ia tak saja merenungi keindahannya, melainkan merenungi apa yang tersirat di balik batu-batu cincin yang dikoleksinya.

“Saya pernah melahirkan puisi, dari pengamatan saya terhadap batu akik,” katanya

Lalu ia menyodorkan sebuah puisi, yang diciptakakan setelah mengamati sebuah batu akik:

Jika ayat ayat itu tergurat dalam batu
Kuingin kau membaca-Nya
Dan jika ayat-ayat itu juga tergurat di kayu-kayu 
yang kering dan juga membatu
Kuingin kau juga memahami-Nya
Membukukannya di dalam hatimu
sebagai kitab yang berjalan 
Dan menyebandingkannya dalam kitab yang telah terhidang
Sebagai penuntunmu…

***

Stone King dan Legenda Sayba

Ada jenis batu akik yang memiliki nilai jual tinggi karena kualitas dan kesejarahannya. Antara lain akik darah (stone king),  golden king keladen (batu sunkis), kecubung wulung, amhetys, dan lain-lain.

Menurut Susan, akik darah—atau di negeri Arab disebut stone king (raja batu)—merupakan jenis agate (akik dari jenis bebatuan chalcedony).

Batu "Stone King"
Stone King

Dikenal sebagai stone king, menurut Susan Melone, karena berkaitan dengan  Legenda Sayba (Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW) saat menjelang kelahiran Nabi. Pada waktu itu pasukan bergajah menyerang Ka’bah karena ada seorang yang dianggap pengkhianat bersembunyi di Baitul Magdis (Kabah). Namun, pada saat itu hukum di sana menyatakan bahwa  seseorang yang berada di tempat suci tidak bisa diadili.

Lionting Stone King (Teraslampung.com/Isbedy Stiawan)
Lionting Stone King (Teraslampung.com/Isbedy Stiawan)

Stone king merupakan batu yang ada Hubal raja dari 3 berhala besar selain Latta dan Uzza. Stone king  menjadi saksi kehancuran berhala Hubal, Latta, dan Uzza, sekaligus menjadi saksi perpindahan tangan pedang dan kematian Raja Iskandar yang agung serta kelahiran Nabi Muhammad SAW,” urainya.

Bangur untuk yang Berdarah Biru

Akik bungur atau  kecubung, menurut Susan Melone, merupakan jenis batuan amhetys dari jenis quarz silica. Bungur dalam bahasa geologi merupakan bahan mentah dari berlian.

“Bungur natural di Eropa sama nilainya dengan zamrud dari Rusia,” kata Susane Melone.

Batu Bungur Teraslampung.com/Isbedy Stiawan)

Diyakini bungur merupakan batuan untuk mereka yang berdarah biru, agar dapat memimpin dengan cinta kasih. Itulah sebabnya, batu akik jenis ini menjadi buruan banyak orang, khususnya para ‘penggila’ batu akik. (Di Lampung batu akik dengan warna biru serupa ini dikenal sebagai bungur Tanjungbintang.

BACA: Batu Akik dari Tanjungbintang Terkenal di Seluruh Dunia

Sementara warna ungu, adalah simbol seseorang yang tengah kasmaran dalam keheningan. Karena itu,  imbuh Susan, masyarakat Indonesia mengenal dengan nama kecubung asihan.

Menurut Susan,  mahkota yang dipakai Ratu Belanda merupakan jenis batuan amhetys. Bahkan, Sultan Brunai Darussalam dan Barack Obama, presiden AS, memakai batu ini.

 

Batu Bungur Putih
Batu Bungur Putih

Sedangkan kejernihan amhetys putih, jelas Susan, sebagai alat teropong bintang pertama di dunia. Juga menjadi inspirasi luv luv teropong bintang untuk menerawang dunia luar.“Batuan amhetys merupakan batuan dengan legenda kuno di Mesir, dan awal sain dari dunia perbintangan. Dari Legenda Tujuh Warna Amhetys yang membangkitan King Scorpion, sampai cerita Green Amhetys atau peridot yang disebut sebagai ‘Batu Pelindung Cleopatra’,” kata Susan.

Kecubung Wulung

Batu cincin kecubung wulung, lanjut Susan, diyakini oleh kaum paranormal dapat menampung dan menyimpan seluruh ilmu mistis. Misalnya, perwakilan black star (bintang hitam) di muka bumi dapat menyerap dan menghisap cahaya.

Kecubung Wulung (Teraslampung.com/Isbedy Stiawan ZS)

“Kecubung wulung natural memiliki cirri, yakni berwarna hitam coklat kepekatan. Namun bila disorot cahaya (disenter, Red)  tampak beraura warna merah kecap,” katanya.


Kecubung Panca Warna

Sedangkan kecubung panca warna, dalam ilmu IPTEK diberi gelar batu dari surga. Saat sekarang, batu akik ini satu-satunya jenis batu yang ditemukan karena mengalami pembentukan melaui energi induksi (energi alam semesta) dan bukan kunduksi (energi bumi).

Batu Kecubung Panca  Warna
Kecubung Panca Warna (Teraslampung.com/Isbedy)

Kecubung  panca warna dipakai sebagai bahan penelitian astral dalam hal penelitian rumus quantum yang mewakili 5 galaxi alam semesta.

“Sebagai bahan penelitian rumus dari cahaya menjadi benda padat, karena reaksi fusi magnetik inti atom yang berkembang biak. Saat ini amhetys panca warna merupakan batu yang menjadi incaran para kolektor batu di seluruh dunia, karena faktor kelangkaannya. Makanya, tidak mengherankan jika harganya mencapai ratusan juta rupiah untuk kolektor lokal saja, untuk kualitas batu dengan ukuran tertentu,” ujarnya.

Kecubung Cendanna Hitam atau Kecubung Rambut

Batu kecubung cendana hitam atau kecubung rambut, menurut Susan Melone, diyakini apabila memakainya akan berpikir lebih panjang dan bijak. Tak heran, kaum intelekual, seniman, dan para ilmuan banyak mengoleksinya.

 

Kecubung Rambut (Teraslampung.com/Isbedy Stiawan ZS)

“Selain bening dengan geraian rambut di dalamnya, tampa keindahannya. Juga mitosnya dapat memberi inspirasi, sehingga dipercaya mampu memecah kebuntuan pikiran dan mengurangi ketegangan emosional,” kata pria yang enak diajak bebrincang ini.

Si Tua “Golden King Keladen”

Susan menuturkan batu akik golden king keladen atau biasa disebut batu sunkis (limau nipis) adalah jenis batuan abate/akik jenis chalsedony dari bahan fosil kayu kristal berwarna. Batu ini diyakini sebagai batuan sepah tertua di dunia dengan umur jutaan tahun. Golden king keladen berwana kuning diyakini adalah warna raja.

Golden King

“Baru sekitar 5 tahun ini, China mencabut undnag-undang hukuman mati bagi warga yang memakai baju kuning (golden king). Dan, sejak 5 tahun ini batu golden king keladen menjadi batu yang paling cari etnis China.”

Mitos dari warna kuning raja ini adalah dianggap simbol akhir dalam sebuah laku yang direstui Yang Maha Kuasa dalam mengatur dan menjaga keseimbangan dunia.

Menurut Susan, setiap limbah manusia, baik dari hidung, mata, dan lainnya, berwarna kuning. Inilah yang menjadi dasar filosofi bahwa warna kuning adalah simbol  sesuatu yang sudah final intisarinya. Artinya, tidak dapat diolah atau dipermainkan lagi. Warna yang berjasa menyejahterakan kelangsungan hidup, yaitu Raja.

Loading...

Comments are closed.