Beranda Hukum Kriminal Modus Baru Begal di Lampung, Tuduh Korban Curi Ponsel Lalu Sepeda Motornya...

Modus Baru Begal di Lampung, Tuduh Korban Curi Ponsel Lalu Sepeda Motornya Dirampas

45
BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya menunjukkan barang bukti senjata tajam badik yang digunakan tersangka Rahman.

Teraslampung.com | Zainal Asikin

BANDARLAMPUNG-Tim Opsnal Polresta Bandarlampung menangkap tersangka Rahman (32) dan Faris (32) keduanya merupakan tersangka begal dan jambret sadis. Dari penangkapan keduanya, polisi menembak mati tersangka Rohman karena melakukan perlawan dengan badik saat akan ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengutarakan, tersangka Rahman dan Faris saat beraksi melakukan pembegalan, keduanya memiliki modus yang terbilang baru.

“Awalnya kedua tersangka memepet motor korban, lalu mereka menyuruh korbannya berhenti,”ujar Dery, Selasa (16/8/2016).

Selanjutnya, kata Dery, kedua tersangka pura-pura mengenali korban, mereka menuduh korban telah mencuri ponsel milik tersangka. Dengan alasan mencari ponsel yang hilang, kedua tersangka membawa korban dengan mengendarai sepeda motor menuju ke tempat sepi.

“Sesampainya di tempat sepi itu, tersangka menyuruh korbannya turun dari sepeda motor. Dengan ancaman senjata tajam mau dibunuh, mereka merampas sepeda motor korban,”terangnya.

Diketahui, tim Opsnal Polresta Bandarlampung, menembak mati tersangka begal bernama Rahman (32) warga Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat usai beraksi melakukan pembegalan di Jalan Sutan Syahrir, Pahoman, pada Minggu (14/8/2016) lalu.

Polisi menembak Rahman, karena melawan menggunakan senjata tajam jenis badik saat akan ditangkap. Rahman tewas, dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit dan banyak mengeluarkan darah.

Petugas juga menangkap rekannya Faris (32) warga Kelurahan Gedong Air. Tersangka Faris sempat kritis, karena sempat dihajar massa usai melakukan pembegalan.

Kedua tersangka, merupakan komplotan begal dan jambret yang terkenal sadis dan tercatat sudah 12 kali beraksi di Bandarlampung,

Dari tangan kedua tersangka, disita barang bukti dua unit sepeda motor hasil kejatahan, satu unit ponsel dan sebilah senjata tajam yang dipakai tersangka Rohman saat akan menusuk petugas.