Beranda Hukum Narkoba Modus Baru, Penyelundupan 50 Kg Ganja dalam Jeriken Digagalkan Polisi

Modus Baru, Penyelundupan 50 Kg Ganja dalam Jeriken Digagalkan Polisi

551
BERBAGI
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan saat mengekspos hasil pengungkapan kasus penyelundupan 50 Kg ganja modus baru sindikat narkoba yang dimasukkan ke dalam jeriken. (foto humas Polres Lamsel)
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan saat mengekspos hasil pengungkapan kasus penyelundupan 50 Kg ganja modus baru sindikat narkoba yang dimasukkan ke dalam jeriken. (foto humas Polres Lamsel)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Untuk mengelabui petugas, para pelaku sindikat pengedar narkoba melakukan berbagai cara agar barang haram yang akan diselundupkan lolos dari pemeriksaan. Seperti halnya upaya penyelundupan 50 kilogram ganja yang dimasukkan ke dalam 5 buah jerigen ukuran 30 liter, lalu dikemas lagi menggunakan kardus yang dibawa kendaraan jasa ekspedisi TAM Cargo dapat digagalkan petugas di pintu masuk Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan bakauheni.

Selain barang bukti 50 kilogram ganja yang disita, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan berhasil membekuk tiga tersangka di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Rabu 9 Mei 2018 lalu. Ketiga tersangka yang ditangkap, Helamsyah (39), warga Rawa Domba, Kelurahan Durian Sawit, Jakarta Timur; Erick Kurniawan (21) dan M. Akbar Jaelani (26), keduanya warga Kalideres, Jakarta Barat.

“Pengungkapan pengiriman 50 Kg ganja yang dimasukkan ke dalam jeriken dan dikemas lagi pakai kardus ini, terbilang modus baru yang dilakukan sindikat pengedar narkoba,”kata Kapolres Lampung selatan, AKBP M. Syarhan dalam relesnya yang diterima teraslampung.com, Senin sore 14 Mei 2018.

Menurutnya, jika 50 kilogram paket ganja ini sampai lolos, maka sekitar 500 ribu generasi bangsa ini bakal rusak. Dengan asumsi, satu gram barang haram tersebut digunakan 10 orang.

Mantan Kapolres Pesawaran ini mengutarakan, pengungkapan pengiriman 50 kilogram ganja asal Aceh menuju Jakarta tersebut, diangkut dengan kendaraan jasa truk ekspedisi TAM Cargo. Namun upaya penyelundupan ganja modus baru tersebut, dapat digagalkan oleh petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap truk ekspedisi yang dikemudikan Adrianto dan Riki Firnanda saat melintas di pintu masuk Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, pada Senin 7 Mei 2018 lalu sekira pukul 18.00 WIB.

“Paket ganja yang dibawa kedua awak truk ekspedisi itu, akan diterima oleh penerimanya bernama Helamsyah. Selanjutnya petugas mengembangkan kasusnya, dan berhasil menangkap Helamsyah saat akan mengambil paket ganja tersebut di Pool Tam Cargo di jalan Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Rabu 9 Mei 2018 lalu sekira pukul 11.00 WIB,”ungkapnya.

Dari keterangan Helamsyah, kata Syarhan, ada pelaku lain bernama Erick Kurniawan dan M. Akbar Jaelani yang akan menerima paket ganja sebanyak 20 kilogram. Sekira pukul 22.00 WIB, petugas berhasil menangkap keduanya saat berada di depan Kantor Tam Cargo di Jalan Raya Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Tersangka Erick dan Jaelani ini, ditangkap saat akan mengambil paket ganja tersebut. Sedangkan untuk penerima 30 kilogram paket ganja, saat ini masih dalam pengembangan,”terangnya.

Hasil pengungkapan ini, Syarhan mengingatkan kepada seluruh anggotanya harus jeli dan teliti, saat bertugas di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Karena bisa saja para sindikat pengedar narkoba tersebut, menggunakan cara lain agar barang haram yang akan diselundupkan bisa lolos dari pemeriksaan petugas.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun.

Loading...