Modus Pintu Rusak, Sopir Angkot di Bandarlampung Gasak Uang Nasabah Bank

  • Bagikan
Tersangka pencurian korban nasabah bank modus pintu rusak, TK alias Juli (43) seorang sopir angkot di Bandarlampung diamankan tim Jatanras Satreskrim Polresta Bandarlampung, Kamis (17/6/2021).
Tersangka pencurian korban nasabah bank modus pintu rusak, TK alias Juli (43) seorang sopir angkot di Bandarlampung diamankan tim Jatanras Satreskrim Polresta Bandarlampung, Kamis (17/6/2021).

Zainal Asikin I Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bandarlampung berinisial TK alias Juli (43), ditangkap tim Jatanras Satreskrim Polresta Bandarlampung karena mencuri uang nasabah bank yang menjadi penumpang angkotnya. Modusnya: ia mengaku pintu rusak, lalu minta penumpang yang duduk di sampingnya memegangi pintu. Saat itulah ia beraksi.

Polisi menangkap sopir angkot jurusan Tanjungkarang-Telukbetung itu di rumahnya di Jalan Soeprapto, Kelurahan Pelita, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Senin (14/6/2021) lalu.

Dari penangkapan tersangka TK, polisi menyita satu unit kendaraan angkot BE 2845 BU yang digunakan tersangka saat melakukan aksi pencurian. Sementara barang bukti hasil curian milik korban berupa ponsel, masih dalam penyelidikan.

“Penangkapan tersangka TK, berdasarkan laporan korban, warga Bandarlampung dan korban adalah penumpang angkot tersangka TK sendiri. Dari laporan korban inilah, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka di kediamannya di Kelurahan Pelita,”kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Bandarlampung, Iptu Widodo, Kamis (17/6/2021).

Iptu Widodo mengatakan, aksi pencurian tersangka TK, dilakukan di kendaraan angkot BE 2845 BU yang dikemudikan tersangka pada pertengahan bulan Mei 2021 lalu. Korban, saat itu baru saja melakukan transaksi menarik uang gaji pensiunan di salah satau bank di Bandarlampung.

“Dari aksinya itu, tersangka berhasil menggasak dompet yang didalamnya berisi uang tunai dan dua unit ponsel Smartphone milik korban,”ujarnya.

Iptu Widodo mengutarakan, sebelum beraksi tersangka TK mengendarai angkot mencari penumpang yang akan dijadikan target. Target tersangka adalah nasabah bank, perempuan, dan pensiuan pegawai sudah berusia lanjut (lensia) yang baru mencairkan uang pensiunan dari bank.

“Untuk memuluskan aksinya, tersangka TK sengaja menyuruh korbannya untuk duduk di kursi depan atau di samping kemudi,”ungkapnya.

Setelah itu, tersangka meminta korban untuk memegangi pintu angkot dengan alasan kuncinya rusak, dan pintu agar tidak terbuka saat angkot tersebut sedang melaju sehingga korban fokus memegang pintu angkot tersebut.

“Begitu perhatian korban terfokus pada pintu mobil, dan korban menaruh tasnya didekat tuas persneleng dan saat itulah tersangka TK melancarkan aksinya menggasak dompet berisi uang dan ponsel yang ada di tas korban,”bebernya.

Selanjutnya, korban baru menyadari dompet berisi uang pensiunan yang baru ditarik dari bank itu raib, setelah turun dari mobil angkot tersangka. TK memanfaatkan pintu angkot yang rusak tersebut untuk beraksi dan juga kelengahan korban.

“Selain uang tunai Rp 4,5 juta, tersangka TK mengambil dua unit ponsel korban. Saat ini kami masih menyelidiki barang bukti ponsel tersebut, karena dari pengakuan tersangka ponselnya sudah dijual,”jelasnya.

Saat diperiksa TK mengaku baru satu kali melakukan aksi pencurian uang penumpang di angkot dengan modus pintu rusak.

“Tersangka mengaku baru sekali beraksi. Tapi kami menduga lebih dari sekali. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan untuk mengungkap adanya korban lain. Akibat perbuatannya, tersangka TK dijerat Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun,”tandasnya.

Hasil Mencuri untuk Berfoya-foya

Di hadapan petugas, tersangka TK alias Juli ini mengakui perbuatannya. Menurutnya, Ia baru satu kali melakukan aksi pencurian milik penumpang angkotnya tersebut. Dari aksinya itu, Ia mengaku hanya dapat uang sebesar Rp 1,5 juta. Uang hasil curiannya itu digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-sehari dan untuk berfoya-foya.

“Baru sekali ini saya melakukannya, dan saya melakukan pencurian itu sendiri. Uang hasil mencuri, sudah saya habiskan untuk beli kebutuhan sehari-hari dan untuk poya-poya beli miras,”ucapnya saat diamankan di Mapolresta Bandarlampung.

Agar aksinya tidak diketahui orang lain, kata TK Alias Juli, dilakukanya di saat kondisi angkot yang dikemudikannya tidak ada penumpang lain atau hanya korban sendiri.

Saat beraksi, Ia sengaja mangkal tidak jauh dari lokasi bank. Begitu calon korban keluar dari bank, Ia langsung menghampiri dan menawari korban untuk naik angkot yang dikemudikannya.

“Pintu mobil angkot itu memang rusak, bukan sengaja saya rusak. Saya memanfaat pintu angkot sebelah kiri yang rusak untuk beraksi. Dompet berisi uang milik korban, saya ambil ketika korban lengah karena memegangi pintu yang rusak dan saya sembunyikan disamping kanan kemudi tepat dekat jok yang saya duduki,”tandasnya.

  • Bagikan