Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Mogok Bekerja, Dokter Spesialis RSU Ryacudu Kotabumi Tuding Manajemen Buruk

Mogok Bekerja, Dokter Spesialis RSU Ryacudu Kotabumi Tuding Manajemen Buruk

1337
BERBAGI
Suasana rapat para dokter spesialis bersama Pj. Sekkab Lampung Utara membahas alasan dan solusi dari aksi mogok kerja
Suasana rapat para dokter spesialis bersama Pj. Sekkab Lampung Utara membahas alasan dan solusi dari aksi mogok kerja

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi — Sejumlah fakta baru terungkap di balik mogok kerjanya para dokter spesialis di Rumah Skait Umum H.M.Ryaucudu Kotabumi, Lampung Utara. Penyebabnya ternyata tidak hanya karena insentif bulanan melainkan juga akibat buruknya manajemen RS pelat merah tersebut selama tiga tahun terakhir.

BACA: Dokter Spesialis Mogok, RSU Ryacudu Kotabumi Berhenti Layani Pasien

“Opini yang terbentuk aksi mogok ini dilatarbelakangi hanya karena persoalan insentif, padahal bukan hanya karena itu saja. Aksi ini juga dikarenakan keresahan kami terhadap manajemen RSUR,” beber dokter spesialis anastesi RSUR, Joko Susilo saat rapat bersama Penjabat Sekretaris Kabupaten Lampung Utara, Sofyan di aula Siger Pemkab, Rabu (15/1/2020).

‎Persoalan intensif bulanan yang kerap hangus, isu tidak dianggarkannya insentif bulanan di tahun 2020 dan perombakan manajemen RSUR merupakan tiga poin utama yang telah mereka sampaikan sebelum aksi itu dilakukan pada Senin (13/1/2020).

Untuk persoalan insentif, mereka cukup berhak mendapatkannya. Mengingat mereka harus selalu siap siaga selama 24 jam tiap harinya. ‎Insentif yang mereka dapat sendiri terbilang kecil jika dibandingkan dengan daerah – daerah lain di Lampung.

BACA: Tunjangan Bulanan Kerap Hangus, Dokter Spesialis RSUR Mogok Kerja

‎”Pendapatan yang kami peroleh sangat dibutuhkan untuk menunjang kompetensi kami karena setiap tahunnya kami harus mengikuti seminar dan workshop ‎dan sejenisnya. Dan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit,” urainya.

Adapun mengenai perombakan manajemen, mereka beralasan bahwa kepemimpinan RSUR dan saat ini merupakan ‎yang terburuk selama mereka mengabdi di RSUR. Di bawah kepemimpinan Syah Indra Husada Lubis yang notabene merupakan junior mereka, pengelolaan RSUR tidak profesional dan tidak terbuka.

Akibat ketidakprofesional pengelolaan RSUR yang dilakukan oleh manajemen RSUR, pelbagai persoalan‎ akhirnya muncul. Buntutnya, banyak aksi demonstrasi yang dilakukan akibat kekesalan para pegawai terhadap mereka.

“Semua ini membuat kami semua tidak nyaman bekerja. Kami minta adanya perombakan di manajemen RSUR,” paparnya.

‎Akibat hal itu semua, bahkan dokter spesialis penyakit dalam, I Gede Putu Arinanda‎ mengatakan, ia sedang mengajukan pensiun dini. Ia merasa pemimpinnya saat ini terlihat hanya mementingkan kepentingan pribadinya alias cari selamat sendiri.

“Saya sudah mengajukan pensiun dini karena enggak tahan dengan suasana kerja RSUR. Pemimpin RSUR saat ini adalah yang terburuk,” tegas dia.

BACA: Soal Dokter RSU Ryacudu Mogok, Ketua IDI Sudah Sampaikan Teguran

‎Hingga pukul 16.30 WIB, pertemuan ‎antara Pemkab Lampung Utara dengan dokter spesialis masih berlangsung. Sama sekali belum ada kesimpulan yang dibuat lantaran rapat masih berlangsung.

Loading...