Beranda Pendidikan Kampus Mogok Makan Aktivis UKM SBI IAIN Berlanjut: Lima Dirawat PMI, Dua Dirawat...

Mogok Makan Aktivis UKM SBI IAIN Berlanjut: Lima Dirawat PMI, Dua Dirawat di RS Immanuel

82
BERBAGI
Peserta mogog makan di IAIN Raden Intan diinfus karena kndisinya kesehatannya menurun.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tujuh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Radin Intan Tanjungkarang, yang melakukan aksi protes mogok makan selama empat hari menolak adanya pungutan untuk pembangunan masjid kampus  mendapatkan perawatan medis, Jumat (20/5/2016).

Kelima mahasiswa tersebut, diperiksa kesehatannya oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI), sedangkan dua mahasiswa dilarikan ke Rumah Sakit Imanuel karena kondisi fisiknya menurun.

Kordinator aksi, A Mufid mengatakan, kondisi kelima mahasiswa yang menggelar aksi mogok makan, saat ini memang sangat lemah. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka harus diberikan perawatan medis.

“Kami memeriksakan kesehatan kelima mahasiswa yang mogok makan ini, kalau mereka kondisinya sakit akan dirujuk ke rumah sakit seperti dua mahasiswa yang sudah lebih dulu dilarikan ke Rumah Sakit Imanuel karena kondisinya memburuk,”ungkapnya.

Kelima mahasiswa yang masih melanjutkan perjuangannya menahan haus dan lapar sejak Selasa (17/5/2016) lalu, hingga saat ini masih tetap bertahan di tenda yang berada di parkiran depan perpustakaan fakultas IAIN Radin Intan. Meski kondisi mereka tampak lemah, ada yang duduk dan ada juga yang berbaring tiduran dibawah dengan membaca buku.

Aksi protes mogok makan ketujuh mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKM-SBI) IAIN Raden Intan tersebut, terkait dengan pengabaian protes mereka dugaan adanya pungutan liar dan sumbangan pembangun masjid yang dilakukan oleh pihak kampus.

Sejak mereka melakukan aksi aksi mogok makan, belum ada satu pun pihak kampus (Rektorat) IAIN yang datang untuk menemui mereka.

Aksi mogok makan tersebut, direspon dengan ratusan mahasiswa IAIN Radin Intan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN. Para mahasiswa IAIN tersebut, akan melakukan unjuk rasa, Jumat (20/5/2016) siang.

Para mahasiswa melakukan aksi menolak pungutan di kampus tersebut dengan berkeliling kampusdan  menggajak mahasiswa lainnya untuk berunjuk rasa.

Unjuk rasa dan mogok makan itu digelar sebagai bentuk protes lantaran Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKM-SBI) IAIN Raden Intan disegel oleh pihak kampus usai melakukan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu.

Puluhan mahasiswa menuntut, agar segala bentuk pungutan liar (pungli) di kampus harus dihapuskan, termasuk infak untuk pembangunan masjid sebesar Rp500 ribu yang mereka nilai fiktif.

Pantauan di lapangam, sejauh ini belum ada inisiatif menggelar dialog yang diinisiasi oleh pihak mahasiswa pengunjuk rasa, rektorat, alumni, atau internal kampus. Meski begitu, para pengunjuk rasa terus mengintensifkan dukungan dari pihak luar kampus. Mereka bertekad akan terus menuntut penghapusan pungutan untuk membangun masjid dan pembukaan kembali UKM SBI yang disegel pihak rektorat.