Beranda News Pusiban MoU Pemprov Lampung – PLN, Paling Lambat 2019 Semua Desa di Lampung...

MoU Pemprov Lampung – PLN, Paling Lambat 2019 Semua Desa di Lampung Dialiri Lisrik

499
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Pemprov Lampung dan PT PLN Distribusi Lampung menandatangani nota kerjasama untuk menerangi semua desa yang ada di Provinsi Lampung paling lambat tahun 2019. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri dan General Manager PLN Distribusi Lampung Julita Indah, di Hotel Novotel Bandarlampung, Selasa (31/10/2017).

Usai menandatangani kesepatan kerja sama,Julita Indah mengatakan sudah banyak hal yang dilakukan pemerintahan Provinsi Lampung dan PLN Distribusi Lampung untuk merealisasikan semua desa di Lampung bisa dialiri listrik.

Menurut Julita, pulau terluar di Lampung yang sudah dilistriki dengan ditandai peresmian PLTD Pulau Sebesi 3×100 kW.

“Kabel bawah laut sudah dimulai, hutan taman nasional Sumatra bagian selatan dilewati jaringan PLN, semua itu tidak lepas dari sinergi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan PLN DIstribusi Lampung utamanya dalam percepatan perijinan sehingga proses pembangunan jaringan listrik PLN dapat berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Wagub Lampung Bachtiar Basri, mengatakan ketersiaaan listrik menjadi tantangan bagi Provinsi Lampung mengingat besarnya antusiasme investor masuk ke Lampung.

Menurut Bachtiar, penandatanganan MoU dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemenuhan tenaga listrik secara adil dan merata serta mendorong pertumbuhan ekonom.

“Juga untuk  mendukung tercapainya program pembangkit listrik 35.000MW dan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 46.000km yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN (Persero) tahun 2016-2025,” katanya.

Menurut Bachtiar, pembangunan Jalan Tol Lintas Sumatera membuka peluang selebar-lebarnya untuk para investor mengembangkan usahanya di Provinsi Lampung.

“Kawasan Industri di wilayah barat Mesuji, Kawasan Industri Way Pisang, Kawasan Industri Maritim Tanggamus, Kawasan Pangkalan TNI AL Teluk Ratai, Pengembangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Kawasan Industri Dipasena menjadi pendorong bagi PLN dan para pengambil kebijakan di bidang pemerintahan, ketenagalistrikan dan investasi untuk berkomitmen menelurkan kebijakan-kebijakan yang mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan peningkatan investasi di Provinsi Lampung,” kata dia.

Bachtiar berharap ke depannya Provinsi Lampung akan mengalahkan Provinsi lain di Sumatera untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

“Industri-industri di provinsi lain akan pindah lebih cepat ke Provinsi Lampung, tingkat pengangguran akan turun drastis, karena di Lampung akan tumbuh kawasan- kawasan industri yang di buat dan dikelola dengan baik, Lampung di kelilingi oleh pelabuhan laut, Lampung ada jalan tol dan Lampung ada ketahanan energi,” kata Bachtiar.

Menurut Bachtiar,  pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,03% sampai dengan semester I yang lebih tinggi 0,02 dari pertumbuhan nasional yang sebesar 5,01% tidak lepas dari peran PLN sebagai perusahaan penyuplai energi listrik.

Bachtiar mengatakan, industri dari luar Lampung sudah mulai pindah ke Provinsi Lampung, bila dilihat dari jumlah pemakaian pelanggan industri PLN pertumbuhannya 10,01 persen dibandingkan tahun 201, sehingga perkantoran dan hotel pun tumbuh dengan sendirinya, jika dibandingan tahun 2016 kenaikan pemakaian energi untuk pelanggan bisnis di Provinsi Lampung sebesar 6,4 persen.

Hal ini bermula dari kepercayaan investor untuk berusaha di Provinsi Lampung mulai dari regulasi yang di tetapkan pemerintah maupun dari sisi ketahanan energi yang di suplai listrik PLN.

 

Loading...