Beranda Kolom Kopi Sore Mr Donald Trump Menang, Apakah Orang Jahat Sedang Mendominasi Bumi?

Mr Donald Trump Menang, Apakah Orang Jahat Sedang Mendominasi Bumi?

486
BERBAGI
Donald Trump

Fadli Pangestu

Di warung Merdeka, pecel lele dengan sambel ulek yang cukup pedas tersantap sambil tetesan keringat mengucur deras. Air putih hangat semakin membuat mulut berasap-asap.

TV di warung itu menyedot perhatikan juga ditengah perjuangan rasa pedas nan kuat, sepertinya film remaja remaja Amerika.

“Ini tidak adil bagi Regina,” kata remaja pria yang melepaskan ciuman perempuan yang menjadi lawannya.

“Mengapa kamu tetap menyukai Regina itu?” Kata perempuan tadi yang sepertinya tak rela kecupan itu dilepas.

“Aku tahu Regina itu menyebalkan, tapi memang dia sangat jujur atas semua hal. Sehingga sering menyakiti banyak orang,” kata pria tadi.

Film itu tak tertengok lagi, karena pikiran langsung melayang ke masalah US Election.
Dialog itu mengingatkanku pada Donald Trump, the elected president United Stated. Tak disukai oleh publik diluar Amerika, apalagi terkait komentar-komentarnya mengenai Islam dan Imigran.

Bahkan, keterpilihannya secara tidak langsung membantah pernyataan Presiden Barack Hussein Obama II, bahwa pernyataan Trump soal Islam dan Imigran bukanlah mewakili Amerika. Tapi kini Trump lah pemenangnya, pemenang atas suara publik Amerika.

Apakah isi hati Trump soal Islam dan segala macam isu sensitif lainnya merupakan ungkapan kejujuran orang Amerika sesungguhnya. Dan apakah yang dikatakan Trump itu dan terpilihnya dia adalah sebuah “amin” dari public Amerika?

Entahlah Pak Trump, lantakmu, maenkan, kata orang medan. Bahkan ada yang menyebut sosok Trump ini akan memicu Perang Dunia III.

Namun kejujuran dengan penyampaian bahasa sehari-hari oleh pemimpin kini menjadi trend, di Asia kita punya Duterte, segala macam caci maki mirip emak emak di pemukiman proletar dilakoninya.

Mungkin bagi yang kurang piknik, kurang jalan hal hal ini akan memicu perang. Entah apa yang bakal terjadi jika makian Duterte nantinya keluar ditujukan kepada Trump…?
Apakah tas torpedo atau bom nuklir yang selalu ditenteng Presiden AS, seperti di film film itu akan terpencet di era Trump ini, entahlah.

Semoga kehadiran mereka Trump dan Duterte, bukanlah sinyal bahwa orang jahat sedang menguasai planet bumi. Tetapi sebuah sinyal kekuatan demokrasi yang semakin baik dan tumbuhnya membran yang kuat antara hal hal privat dan ruang publik.
Pembulian terhadap Trump juga ternyata tidak efektif, dan menjadi warning bahwa sesama manusia tak pantas untuk saling menghakimi…..

Loading...