Beranda News Pusiban Mr. Gele Harun dan K.H.Akhmad Hanafiah Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Mr. Gele Harun dan K.H.Akhmad Hanafiah Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

740
BERBAGI
Sekdaprov Arinal Djunaidi bersama para pembicara Seminar Usulan Pahlawan Nasonal.
Sekdaprov Arinal Djunaidi bersama para pembicara Seminar Usulan Pahlawan Nasonal.

Teraslampung.com — Keinginan masyarakat Lampung agar Mr. Gele Harun dan K.H. Akhmad Hanafiah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dibedah dalam Seminar Usulan Pahlawan Nasional, di Hotel Marcopolo Bandarlampung,  Selasa (22/12).

Seminar yang digelar Dinas Sosial Provinsi Lampung  itu menampilkan pembicara K.H. Arief Mahya (ulama dan pejuang Lampung), Linda Sunarti (koordinator Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Mohammad Iskandar (Staf Pengajar Prodi Ilmu Sejarah FIB-UI), Wan Jamaluddin Z, S.Ag, Ph.D, (Guru Besar Kebudayaan Islam pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung), Dr. H. A. Fauzie Nurdin, M.S (Guru Besar Fakultas Ushuludin) dan Khaidir Asmuni (peneliti sejarah).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Satria Alam, S.E, M,si. dalam laporannya mengatakan seminar ini juga bertujuan untuk menumbuhkan nilai kepahlawanan keperintisan dan kesetiakawanan sosial (K2KS), kebanggaan, sikap keteladanan dan motivasi kepada masyarakat Provinsi Lampung dan untuk meningkatkan darma bhakti kepada bangsa dan negara.

Dalam sambutannya,Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa Mr. Gele Harun adalah pejuang dan pemimpin sejati yang baik, bisa mengayomi, jujur, disiplin dan sangat tegas. Begitu juga dengan KH.  Akhmad Hanafiah yang lahir di Sukadana tahun 1905 adalah pejuang yang gugur sebagai putra bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1947 – 1949 melawan agresi belanda di perbatasan Lampung – Palembang .

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, Henry Ridwan, mengatakan setelah seminar, hasilnya  akan dibahas  tim peneliti dan tim pengkaji gelar daerah (TP2GD) dalam sebuah sidang. Sidang itu nantinya akan menyimpulkan layak atau tidaknya calon Pahlawan Nasional.

“Setelah selesai proses seminar dan masuk pembahasan tim TPP2GD, baru kemudian masuk tahap selanjutnya, yakni disampaikan kepada Kementerian Sosial dan kembali diseminarkan secara nasional, lalu masuk tahap pembahasan tim peneliti, tim pengkaji gelar nasional (TP2GP). Setelah masuk tahapan tersebut kemudian akan disidangkan apakah seorang pahlawan layak atau tidak diberi gelar nasional baru berlanjut ke Presiden melalui gelar di pusat,”katanya.

Pria berdarah Batak itu  berperan dalam pembentukan Provinsi Lampung dan merupakan  Residen Lampung pada 1950-1955. Saat agresi militer II Belanda, Gele Harun menjadi acting resident atau “residen perang” Pemerintah Darurat Keresidenan Lampung di Way Tenong dan Bukit Kemuning.

Gelar pahlawan untuk Mr. Gele Harun dan K.H. Akhmad Hanafiah diusulkan oleh K.H. Arief Mahya, tokoh pejuang Lampung yang pernah menjadi anak buah Mr. Gele Harun pada zaman perjuangan melawan penjajahan Belanda.