Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara “Muaghei” Digelar Besok, Bachtiar Basri dan Zainal Abidin Ikat Tali Persaudaraan

“Muaghei” Digelar Besok, Bachtiar Basri dan Zainal Abidin Ikat Tali Persaudaraan

356
BERBAGI
Mantan Bupati Zainal Abidin memberitahukan kepada para tokoh adat Lampung dari marga Abung Siwo Migo rencana pengangkatan saudara ia dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Wakil Gubernur Lampung nonaktif Bachtiar Basri dan mantan Bupati Zainal Abidin berencana mengikat tali persaudaraan atau dalam istilah bahasa Lampung disebut muaghei, di Desa Negeri Sakti, Sungkai Utara, Lampung Utara, Sabtu (17/2/2018).

‎Pengikatan tali persaudaraan kedua tokoh Lampung asal Lampung Utara ini merupakan kabar yang cukup menggembirakan. Mengingat hubungan keduanya sempat mengalami naik – turun di masa lalu. Bachtiar Basri yang bergelar Suntan Setia Negara sendiri berasal dari marga Sungkai Bungamayang, sedangkan Zainal Abidin yang bergelar Sutan Raja Mangku Negara berasal dari ‎marga Abung Siwo Migo.

Sebagai langkah persiapan perhelatan tersebut, (keluarga besar) Zainal Abidin ‘mengumpulkan’ para tokoh adat Lampung Siwo Migo di kediamannya, Jumat (16/2/2018). Tujuannya, untuk memberitahukan rencana itu kepada seluruh tokoh adat Lampung Siwo Migo.

“Selain memberitahukan rencana muaghei, pak Zainal juga mengundang para tokoh adat untuk ikut hadir dalam acara yang akan dilaksanakan besok di kediaman pak Bachtiar Basri yang berada di Desa Negeri Sakti,” kata Ketua panitia muaghei, Hidayat Lembasi kepada wartawan, Jumat(16/2/2018).

Hidayat menuturkan, pengikatan tali persaudaraan antar keduanya ini tak lain dikarenakan keduanya ingin lebih mempererat tali silahturahim dan juga mempererat hubungan antar marga Sungkai Bunga Mayang dan Abung Siwo Migo.

“Beliau berdua adalah tokoh di marganya masing – masing. Mudah – mudahan dengan muaghei ini silaturahmi lebih luas dan lebih banyak manfaat,” terang dia.

Ia juga menegaskan, meski keduanya sama – sama berstatus sebagai peserta Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati, namun acara muaghei keduanya ini sama sekali tak ada kaitannya dengan persoalan politik. Bahkan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada siapa saja yang hadir dalam acara tersebut untuk tidak menggunakan atribut politik.

‎”Kami sudah sampaikan kepada semua pihak untuk tidak menggunakan atribut politik saat hadir dalam kegiatan sakral itu,” tegasnya.