Mudik Idul Fitri: Inilah Lima Jalan Alternatif bagi Pemudik yang Melintasi Jalan Trans Sumatera di Lampung

  • Bagikan

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Jalan Lintas Tengah di ruas Terbanggi Besar (Lampung Tengah)

BANDARLAMPUNG – Kepolisian  Daerah (Polda) Lampung memberikan arahan jalur arus mudik lebaran dan arus balik bagi para pemudik  Idul Fitri 1435 H,. Di ruas utama jalan trans Sumatera wilayah Lampung, Polda menetapkan tiga jalur utama lintas Sumatera dan lima jalur alternatif yang dapat dilalui para pemudik yang akan melintas di Provinsi Lampung menuju beberapa daerah di Pulau Sumatera.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih menjelaskan, dari hasil data yang dihimpun Polda Lampung, ada tiga Jalur utama di Provinsi Lampung yang dapat dilalui para pemudik nantinya. Pertama,  Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim), dari Bakauheni – Labuhan Maringgai – Terbanggi Besar – Menggala – Simpang Pematang – Perbatasan Sumsel, Ogan Komering Ilir (Oki), dengan panjang jalan 289,57 Km.

Kedua, Jalan Lintas Tengah (Jalinbar) mulai  Bakauheni – Kalianda – Bandarlampung – Tegineneng – Terbanggi Besar – Kotabumi – Bukit Kemuning – Blambangan Umpu – perbatasan Sumsel, Ogan Komering Ulu Timur (Oku Timur), dengan panjang jalan 318,95 Km.

Ketiga, Jalur Lintas Barat (Jalinbar), mulai dari Bakauheni – Bandarlampung – Gedung Tataan – Pringsewu – Kota Agung – Krui – Lemong – Perbatasan Bengkulu, dengan panjang jalan 430,33 Km.

“Kami menyarankan pemudik untuk melintasi lima jalur alternatif, jika jalur utama ternyata macet,” kata Sulistyaningsih, Selasa (8/7).

Lima jalan alternatif  di Lampung adalah: pertama, jalan alternatif Simpang Bukit Kemuning – Liwa – Krui (penghubung Jalinteng – Jalinbar). Kondisi jalan ini rusak ringan, dengan panjang jalan 200 Km, dan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Kedua, jalan alternatif  Pringsewu – Abung Timur (penghubung jalinteng-jalinbar) kondisi jalan rusak ringan, dengan panjang 150 Km, waktu tempuh dua jam.


Ketiga, jalan alternatif  Bandarjaya – SP Randu (penghubung Jalinteng–Jalintim). Jalur ini kondisi jalannya baik, dengan panjang 100 Km, dan waktu tempuh 90 menit.

Keempat, jalan alternatif  Tegineneng – Metro-Sukadana (penghubung jalinteng-jalintim) kondisi jalan baik, dengan panjang 120 Km, waktu tempuh 100 menit.


Kelima, jalan alternatif Simpang – Simpang Ketapang (penghubung Jalinteng-Jalintim) kondisi jalan rusak ringan, dengan panjang 20 Km, dan waktu tempuh 30 menit.

  • Bagikan