Beranda Teras Berita Mudik Idul Fitri, ASDP Setujui Tarif Kapal Malam Hari 100 Persen...

Mudik Idul Fitri, ASDP Setujui Tarif Kapal Malam Hari 100 Persen Lebih Mahal Dibanding Tarif Siang

757
BERBAGI
Pelabuhan Bakauheni di Selat Sunda kawasan Lampung Selatan.
Pelabuhan Bakauheni (dok teraslampng.com)

BAKAUHENI, Teraslampung.com — Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyetujui kebijakan tarif kapal selama musim mudik Lebaran 2015 yang ditetapkan oleh PT Indobesia Fery yang menaikkan tarif malam hari 100 persn lebih mahal dibanding siang hari.

Kebijakan ini diterapkan pada dua lintasan, yakni lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Dua jalur ini terkenal sebagai jalur laut paling padat di Indonesia.

Ketua DPC Gapasdap Bakauheni, Sunaryo, mengatakan tarif itu akan menyerap penumpang pada siang hari. Menurut Sunaryo, kenaikan tarif itu dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan penumpang pada malam hari, Sebab, katanya, selama ini penumpang mudik Lebaran banyak yang lebih memilih mudik pada malam hari.

“Karena banyak pemudik berangkat pada malam hari, akibatnya terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Dampak lainnya, Pelabuhan Bakauheni menjadi tempat bermalam pemudik sehingga makin rawan kejahatan,” katanya.

Sebaliknya, kata Sunaryo, pada siang hari penumpang relatif lebih sepi.

“Padahal  jumlah kapal  yang kami sediakan itu lebih dari cukup kalau kapasitas itu digunakan pemudik dengan baik, yaitu siang dan malam juga digunakan,” katanya, Senin, 22 Juni 2015.

 Ketua DPC Gapasdap Merak Togar Napitupulu mengatakan, kenaikan tarif itu bisa membiasakan pola perjalanan pemudik yang biasanya terkonsentrasi pada malam hari menjadi pagi atau siang hari.

“Kebijakan ini implementasinya  tergantung pemerintah. Ini hanya salah satu solusi untuk mengatasi arus penumpang mudik Lebaran yang biasanya membeludak pada malam hari. Kapal sebenarnya sudah cukup. Tetapi karena penumpang menumpuk akhirnya kami kewalahan juga,” katanya.

Loading...