Beranda News Internasional Muhyiddin Yassin Gantikan Mahathir Mohamad Sebagai PM Malaysia

Muhyiddin Yassin Gantikan Mahathir Mohamad Sebagai PM Malaysia

525
BERBAGI
Tan Sri Muhyiddin Yassin (tengah) dan keluarganya melambaikan tangan kepada pers di luar rumahnya di Kuala Lumpur pada tanggal 29 Februari 2020. Raja Malaysia telah memilihnya sebagai perdana menteri. Foto: Reuters via Straits Times
Tan Sri Muhyiddin Yassin (tengah) dan keluarganya melambaikan tangan kepada pers di luar rumahnya di Kuala Lumpur pada tanggal 29 Februari 2020. Raja Malaysia telah memilihnya sebagai perdana menteri. Foto: Reuters via Straits Times

TERASLAMPUNG.COM — Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah resmi memilih Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri setelah bertemu para pemimpin politik pada Sabtu (29 Februari) pagi.

Pengumuman itu muncul saat perdana menteri sementara Tun Mahathir Mohamad mengumpulkan cukup banyak dukungan untuk mengembalikan Pakatan Harapan (PH) ke tampuk kekuasaan.

“Setelah menerima perwakilan dari semua pemimpin partai dan anggota parlemen independen, menurut pendapat Yang Mulia, anggota parlemen Pagoh Tan Sri Muhyiddin Bin Md Yassin (Muhyiddin) kemungkinan memiliki kepercayaan anggota parlemen,” kata pengawas keuangan kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Straits Times, Sabtu malam.

Mr Muhyiddin rencananya akan diangkat secara resmi sebagai perdana menteri kedelapan Malaysia pada hari Minggu pukul 10.30 pagi di istana.

“Raja memutuskan bahwa proses untuk menunjuk perdana menteri tidak boleh ditunda karena negara membutuhkan pemerintah untuk kemakmuran rakyat dan negara yang kita cintai,” lanjut pernyataan itu.

“Raja memutuskan ini menjadi hasil terbaik untuk semua dan Yang Mulia berharap krisis politik ini akan berakhir”.

Pengumuman mengejutkan tiba tepat saat perdana menteri sementara Mahathir Mohamad tampaknya akan meraih dukungan dari 112 anggota parlemen – angka yang diperlukan untuk membentuk pemerintah.

Siapa Muhyiddin?

Muhyiddin adalah presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu). Ia telah bergandengan tangan dengan Umno dan PAS untuk mendapatkan dukungan untuk jabatan perdana menteri. Namun, keputusannya untuk bermitra dengan UMNO menuai kritik dari Tun Dr Mahathir.

Mr Muhyiddin juga bagian dari UMNO dan pemerintah Najib Razak. Dia menjadi salah satu anggota pendiri Bersatu setelah meninggalkan UMNO, setelah berselisih dengan mantan perdana menteri Najib Razak karena skandal keuangan.

Pria berusia 72 tahun ini lahir di Muar, Johor, Malaysia pada 15 Mei 1947.

Dikutip dari media Malaysia, Thestar.com.my, Muhyiddin memiliki gelar Sarjana Ekonomi dan Studi Melayu dari Universiti Malaya.

Dia bergabung dengan United Malays National Organisation (UMNO) pada tahun 1978 sebelum menyeberang ke Partai Pribumi Bersatu Malaysia pada tahun 2016 dan menjadi presidennya.

Portofolio kementeriannya meliputi Menteri Perdagangan Domestik dan Konsumerisme, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro, serta Menteri Perdagangan dan Industri Internasional.

Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri selama masa jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, yang terakhir memecatnya sebagai wakil karena mengajukan pertanyaan terkait skandal 1Malaysia Development Bhd (1MDB).

Sementara itu, selama satu pekan terakhir, keputusan Mahathir Mohamad untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia telah menimbulkan gejolak politik.

Untuk menyudahi gejolak tersebut, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah akhirnya resmi menunjuk Muhyiddin Yassin menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-8 menggantikan Mahathir Mohamad.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Istana Negara pada Sabtu (29/2/2020), keputusan ini dikeluarkan oleh Raja Abdullah usai melihat bahwa pimpinan koalisi yang menguasai suara mayoritas di parlemen adalah Muhyiddin, anggota parlemen dari wilayah Pagoh.

“Dengan demikian, Raja telah menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri sebagaimana diatur dalam Konstitusi Federal Pasal 40(2)(a) dan 43(2)(a),” tulis Kepala Staf Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Istana Negara.

Keterangan yang dirilis Istana Negara juga menyebutkan bahwa Raja Malaysia meyakini penunjukkan ini adalah keputusan terbaik untuk semua pihak dan keputusannya ini diharapkan dapat mengakhiri gejolak politik yang tengah terjadi.

Loading...