Beranda News Internasional Muhyiddin Yassin, Keturunan Jawa-Bugis Penakluk Mahathir Mohamad

Muhyiddin Yassin, Keturunan Jawa-Bugis Penakluk Mahathir Mohamad

695
BERBAGI
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) melambaikan tangan sebelum berangkat untuk upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). Muhyiddin diangkat sebagai perdana menteri pada 29 Februari oleh raja negara itu untuk mengakhiri pergolakan enam hari perebutan kekuasaan setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada hari Senin karena pertengkaran dalam koalisinya yang dulu. Bloomberg - Samsul Said

TERASLAMPUNG.COM — Langkah zig-zag Tan Sri Mahiaddin Md Yasin atau biasa disebut Muhyiddin Yassin menggalang dukungan dari lawan politik bisa dikatakan di luar nalar Mahathir Mohamad.

Apalagi dukungan yang dituding minoritas oleh kelompok Mahathir Mohamad tersebut sampai diyakini oleh Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah untuk penetapan Muhyiddin Yassin menjadi Perdana Menteri ke-8 Malaysia hari ini, Minggu (1/3/2020).

Sebagai politisi senior–bahkan kelewat senior–Mahathir Mohamad bisa disebut kecolongan. Mahathir kecolongan karena Muhyiddin sudah menggalang dukungan lebih kuat untuk direstui Raja Malaysia, ketika pria yang nyaris berusia seabad (95 tahun) itu sedang mengatur strategi untuk meninggalkan rekan koalisinya, Anwar Ibrahim.

Dulu Mahathir Muhamad sempat berjanji menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Anwar Ibrahim. Janji itu harus  dipenuhi setelah 2 tahun menjadi perdana menteri. Komitmen bersama Anwar Ibrahim ketika ingin merebut kekuasaan dari Najib Razak, yang dituduh korupsi. Anwar sendiri ketika itu masih di bilik penjara.

Namun, Mahathir tampaknya belum ‘ikhlas’ melepas jabatan Perdana Menteri. Setelah melakukan pengunduran diri, dia masih ingin menjabat sebagai perdana menteri. Mahathir hanya ingin menggugurkan janji kepada Anwar Ibrahim dengan mengundurkan diri. Untuk selanjutnya mencalonkan lagi.

Muhyiddin Yassin rupanya memiliki langkah sendiri. Dia telah merapat ke partai lamanya, UMNO, dan PAS. Muhyiddin memiliki ideologi yang keras. Dia menginginkan dominasi orang Melayu di negaranya. Kekuasaan yang didapatkan ketika UMNO berkuasa selama 50 tahun.

Dia orang yang paling kecewa di dalam koalisi Pakatan Harapan. Koalisi ini meraih mayoritas parlemen pada 2018 dengan 121 kursi. Mereka juga merekrut sejumlah politikus oposisi, terutama dari UMNO, sehingga mencapai 139 kursi.

Dalam koalisi ini melibatkan partai milik Anwar Ibrahim (Partai Keadilan Rakyat/PKR) dengan kekuatan 40 kursi parlemen, partai Tionghoa (Partai Aksi Demokrasi/DAP) 42 kursi, Partai Pribumi Bersatu besutan Mahathir dan Muyiddin sebanyak 26 kursi, serta Partai Amanah.

Koalisi ini dibentuk untuk menggulingkan kekuasaan Najib Rajak yang kala itu disokong oleh koalisi Barisan Nasional. Koalisi Najib melibatkan 13 partai dengan penyokong utamanya United Malays National Organization (UMNO) yang memiliki 39 kursi. Namun, kalah waktu pemilu 2018.

Selain itu, di Malaysia ada koalisi Gagasan Sejahtera, yang terdiri atas Partai Islam Pan Malaysia (PAS), Partai Ikatan Bangsa Malaysia (Ikatan), Berjasa dan Partai Cinta Malaysia (PCM)

Dinamisnya partai politik di Malaysia membuat Muhyiddin bebas bermanuver untuk melancarkan gagasannya. Mengangkat harkat orang Melayu, seperti dikutip di blog Dahlan Iskan yang berjudul Malay First.

Muhyiddin Yassin sendiri disebut-sebut orang yang sangat Islam ideologis. Ayah Muhyiddin adalah orang Johor, seorang kiai keturunan Bugis, Sulawesi. Ibunya adalah wanita Jawa.

Mahathir Kecewa

Dengan manuver Muhyiddin Yassin tersebut, Mahathir mengaku kecewa. Bahkan merasa dikhianati.

“Saya merasa dikhianati, terutama oleh Muhyiddin. Dia telah bekerja cukup lama untuk hal ini dan kini dia berhasil,” ujarnya dalam konferensi pers di Yayasan Albukhary seperti dilansir Malaysiakini.com, Minggu (1/3/2020).

Langkah zig-zag membentuk pemerintahan lewat jalur belakang disinyalir diprakarsai oleh mantan wakil presiden PKR Azmin Ali dan Muhyiddin, bersama dengan UMNO dan PAS.

Hal tersebut yang membuat Mahathir Muhamad sempat mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan keluar dari koalisi. Namun, dia juga membangun koalisi untuk melawan Muhyiddin, dan lagi-lagi dibantu oleh Anwar Ibrahim yang sebelumnya hendak ditinggalkan.

Mahathir mengaku menerima dukungan dari 114 anggota parlemen. Sebanyak 112 adalah jumlah minimum yang diperlukan untuk mendapatkan suara mayoritas di parlemen, yang memiliki 222 anggota, sebagai syarat konstitusi untuk menentukan Perdana Menteri Malaysia.

Pada 8 Maret 2020, menurut rencana, parlemen akan bersidang untuk menentukan koalisi. Keputusan raja bisa saja dianulir apabila suara mayoritas parlemen tidak terpenuhi. Apakah Muhyiddin Yassin keturunan Jawa-Bugis ini mampu mempertahankan kekuasaannya dari tangan Mahathir Muhamad cs?

Raja Malaysia dalam rilisi Istana Kerajaan Malaysia menilai Muhyiddin sebagai sosok yang pas memimpin Malaysia saat ini.

Lalu, siapa Muhyiddin? Ia merupakan pria kelahiran Muar, 15 Mei 1947. Beberapa literatur menyebut Muhyiddin memiliki keturunan Bugis dan Jawa dari ayah dan ibunya, yaitu Muhammad Yasin dan Khadijah.

Ia menempuh pendidikan di Sekolah Kebangsaan Maharani, Muar, Johor dan Sekolah Kebangsaan Ismail Johor. Muhyiddin lantas melanjutkan studi ke perguruan tinggi di dalam negeri, yaitu Universitas Malaya, Kuala Lumpur, dan menerima gelar sarjana di bidang ekonomi dan studi Melayu pada 1971.

Dia juga pernah menjabat menjadi Menteri Kepala Bagian Selatan di Johor pada 1986 hingga 1995. Ketika itu dia masih bergabung dengan Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu (Umno).

Muhyiddin juga menjabat sejumlah jabatan lain di dalam pemerintahan di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agrikultur, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, dan Menteri Pendidikan.

Muhyiddin sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada 2009 hingga 2015. Muhyiddin diberhentikan dari jabatannya pada Juli 2015 karena lantang menyuarakan kritik terhadap skandal 1MDB yang menjerat PM Najib Razak.

Bisnis

Loading...