Beranda News Nasional MUI Sahkan Fatwa Halal — Haram Bermedia Sosial

MUI Sahkan Fatwa Halal — Haram Bermedia Sosial

329
BERBAGI
Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiyantara dalam peluncuran Fatwa MUI tentang halal - haram bermedia sosial, Senin (5/6/2017). Foto: liputan6.com

TERASLAMPUNG.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Medsosiah, atau fatwa soal halal dan haram bermedia sosial, Senin (5/6/2017).

Menurut MUI, penerbitan fatma tersebut berkaitan dengan perkembangan media sosial saat ini yang cukup mengkhawatirkan. Fatwa halal-haram dan panduan bermedia sosial ini diharapkan akan berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.

“Fatwa ini sebagai pegangan dan acuan, baik itu secara hukum atau bersifat pedoman. Supaya fatwa ini ada tindak lanjutnya, supaya ada pertimbangan perundangan untuk dibuat DPR dan pemerintah,” kata Ketua Umum MUI K.H. Ma’ruf Amin, di Kantor Kementerian Komunikasi Informasi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Menurut K.H. Ma’uf Amin, MUI menilai media sosial sudah terlalu banyak dibanjiri berita bohong.

“Adu domba, pornografi, dan kami rasakan medsos ini mengarah pada kebencian dan permusuhan,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang turut menjaga keutuhan dari perpecahan, kata dia, MUI berkewajiban mengantisipasi hal tersebut.

“Ke depan, MUI pun berharap fatwa ini dapat menjadi arah untuk umat menjaga kesatuan umat dari bahaya medsos. Jadi, kita harus antisipasi agar tidak akan makin parah keadaan negara ini. Jadi bagaimana fatwa ini bisa menjadi arah dan bimbingan berbangsa. Kita ingin menjaga ukuwah, dan tetap dapat salih mencintai menyayangi,” katanya.

Fatwa MUI ini sebenarnya resmi dikeluarkan pada 13 Mei 2017 dan baru disahkan hari ini secara simbolik antara MUI dan Kemenkominfo.

Ma’ruf berharap, dengan disahkannya Fatwa Medsosiah tepat di bulan Ramadan, dapat menahan diri setiap pengguna media sosial dari hal-hal yang tidak baik.

“Ramadan ini waktu yang tepat akan hal ini. Karena kita mampu menahan diri menggunakan medsos dari hal-hal yang tidak baik,” ujar Ma’aruf.

Loading...