Beranda Politik Mukhlis Basri : Pancasila Tak Tergantikan

Mukhlis Basri : Pancasila Tak Tergantikan

503
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Mustasyar PWNU Lampung Mukhlis Basri menyatakan Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu. Menurut Muklhis, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa, Pancasila tidak tergantikan.

“Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk,” kata Muklis Basri, Jumat (1/6/2018).

Menurut tokoh yang pernah menjadi Bupati Lampung Barat dua periode ini, kondisi ini dapat terjadi karena di dalam perjalanan sejarah dan adanya kompleksitas bangsa Indonesia lantaran keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat,  budaya, serta warna kulit yang berbeda satu sama lain tetapi mutlak dapat  dipersatukan melalui Pancasila.

Terkait peringatan Hari Lahir Pancasila,  pria yang juga Ketua Bidang Kehormatan partai DPD PDI Perjuangan Lampung ini mengajak masyarakat untuk mengggali  kembali sejarah perkembangan bangsa, yaitu ketika pada  1 Juni 1945,  Ir. Soekarno  mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan Ideologi Nasional. Namun kemudian pada 30 September 1965, muncul Gerakan 30 September atau G 30 S PKI. Gerakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis, Namun berkat adanya kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.” jelasnya

“Sejarah mencatat pada 30 September yang dikenal sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September atau G 30 S PKI dan  1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan. Selanjutnya pada 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap,” urai Mukhlis ‘

Mukhlis berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018  memberikan kesadaran bagi kita bersama untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk dapat merekat erat sebagai kepribadian bangsa.

“Masyarakat wajib untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental ideologi Pancasila. Seperti halnya kewaspadaan tantangan globalisasi dan liberalisasi,” katanya.

Mukhlis yakijn, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia akan mampu  menghadapi tantangan mendasar yang akan melanda kehidupan bangsa seperti sosial-ekonomi dan politik, bahkan mental dan moral bangsa.

“Hanya dengan keyakinan nasional inilah manusia Indonesia tegak dan tegar dengan keyakinannya yang benar dan terpercaya, bahwa sistem filsafat Pancasila sebagai bagian dari filsafat Timur, mengandung dan memancarkan identitas dan integritas martabat bangsa,” katanya.

Loading...