Beranda News Nasional Muktamar NU, Presiden Berharap NU Jadi Garda Terdepan Penjaga NKRI dan Jembatan...

Muktamar NU, Presiden Berharap NU Jadi Garda Terdepan Penjaga NKRI dan Jembatan Peradaban

177
BERBAGI
Presiden Joko Widodo menabuh bedug tanda dibukanya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di GOR Merdeka, Jombang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/8/2015). Foto: Istimewa/Sekretariat Negara

JOMBANG, Teraslampung.com — Presiden Joko Widodo menyatakan Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi besar untuk menjaga Indonesia dan tetap menjadi Indonesia. Menurut Jokowi, sejarah mencatat sejak didirikannya pada tahun 1926, tokoh-tokoh NU turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menjaga dari berbagai bentuk ancaman.

“Oleh karena itu tidak diragukan lagi jika NU senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dan Pancasila. Dan ini menjadi bukti keteguhan, sikap NU dalam menjunjung semangat kebangsaan, menjunjung semangat keIndonesiaan, menjunjung semangat menghargai kebhinekaan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, di GOR Merdeka, Alun-Alun Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8) malam.

Presiden Jokowi yang hadir dalam acara pembukaan Muktamar NU dengan mengenakan sarung itu mengapresiasi tema besar yang dipilih PBNU dalam muktamar kali ini, yaitu “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

“Saya mendorong agar tema ini dimaknai secara positif, karena tema ini menunjukkan bahwa NU dan umat Islam Indonesia punya posisi yang strategis, buka hanya dalam membentuk peradaban bangsa tetapi bisa menjadi inspirasi peradaban dunia,” tutur Jokowi.

Presiden menilai, sebagai role model pengusung Islam yang rahmatan lil alamin yang memberikan kedamaian dan manfaat bagi alamn semesta,  tema itu juga cemin keteduhan warga Nahdliyin untuk menjadikan Islam sebagai pijakan terciptanya masyaraka unggulan.

“Yakni masyarakat yang menjadikan agama sebagai sumber kemajuan, sebagai sumber keadilan, dan sebagai sumber kedamaian. NU memiliki peran yang sangat penting dalam menampilkan dan meneguhkan wajah Islam yang moderat,” kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi selaku  Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada pendiri NU Hadratus Syeikh Hasyim Asyari yang telah menanam benih unggul  sikap hidup moderat bagi warga Nahdliyin di manapun berada.

Presiden Jokowi berharap, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia NU akan  mampu menjadi jembatan peradaban. “Bukan hanya jembatan bagi perbedaan paham keagamaan tetapi juga menjadi peradaban antar bangsa dalam wujud nyata Islam sebagai rahmatan lil alamin,” katanya.

Sebagai jamiyah diniyah Islamiyah yang sejak kelahiranya mengedepanka nilai-nilai Islam moderat, kata  Presiden Jokowi,NU dapat meningkatkan kerjasama dengan berbagai kalangan untuk membangun tatanan dunia yang berkeadilan, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan, keterbelakagan, danketimpangan yang merupakan akar dari bentuk-bentuk terorisme dan radikalisme.

“Dengan sikap NU yang mengutamakan solidaritas kemanusiaan, ukhuwah basariah, maka warga NU berperan besar dalam membangun peradaban antar bangsa yang semakin terbuka, demokratis, dan berkeadilan. Dengan cara itu Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia akan selalui dikenang menjadi rujukan dunia,” tutur Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana mengumumkan sikapnya sejak dilantik sebagai Presiden untuk mengangkat tokoh NU asal Jombang, K.H. Wahab Hasbullah sebagai Pahlawan Nasional.

Pembukaan Muktamar ke-33 NU itu juga dihadiri oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Hj. Shinta Nuriyah (istri mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid), Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko PMK Puan Maharani, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jatim Soekarwo.

Bambang Satriaji/rls

Loading...