Multitalenta Mas Narto

  • Bagikan
Prof. Dr. Sunarto DM, S.H, M.H. Foto: Istimewa
Prof. Dr. Sunarto DM, S.H, M.H. Foto: Istimewa

Asrian Hendi Caya
(Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan-PUSIBAN)

Rasanya belum hilang duka atas berpulangnya Mas Wahyu. Kini Prof Sunarto DM, SH, MH yang dipanggil Sang Pencipta. Kehilangan mas Narto juga menimbulkan duka. Multi talentanya, membuat dia bergaul dengan banyak kalangan. Wajar bila banyak yang merasa kehilangan dan berduka.

Seingat penulis, Mas Narto hadir bersama aktivis dan pegiat gerakan dalam acara apresiasi terhadap Mas Wahyu yang menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universityas Lampung (Unila). Bahkan ketika ada aspirasi pertemuan rutin untuk berdiskusi sambil santai, beliau langsung menyediakan diri sebagai tuan rumah. “Sambil mancing”, katanya, karena memang ada kolam di kebun peristirahatannya. Di sini beliau berteman dengan mantan mahasiswanya, kolega dosennya, dan banyak anak muda lainnya, tanpa canggung dan jaga wibawa untuk ikut mewujudkan kepeduliannya atas masalah sosial dan politik.

Pembawaannya ‘cair’ sehingga mudah diterima. Cara komunikasinya unik, dengan menggunakan banyak bahasa daerah. Karena itu, dia sering mencairkan suasana. Bahkan dengan bumbu senda gurau dengan lelucon. Salah satu leluconnya, ya ledekan atas perbedaan budaya (suku), tanpa menimbulkan rasa rasial. Itulah sebabnya banyak yang senang dengan kehadirannya. Dan menjadi ‘magnet’ dalam acara kumpul-kumpul santai.

Kepiawaiannya membawakan lelucon dilengkapi dengan kemampuannya menyanyi. Suaranya juga keren. Lagu-lagu daerah dan lagu lawas menjadi kesukaannya. Terakhir seingat penulis, beliau mengajak Mas Don Peci buat video klip setelah mengunggah video saat membawakan sebuah lagu. Ah, kenangan yang menyenangkan.

Mas Narto juga aktif dibidang olah raga. Sampai sekarang dia aktif di KONI Lampung sebagai ketua bidang organisasi. Hobi dan kepeduliannya pada olah raga membuat dia aktif dan banyak meluangkan waktu untuk berolahraga serta mengembangkan oleh raga di Lampung. Kalo ingat Jaka Utama, klub sepakbola yang dibidani Marzuli Warganegara, ternyata mas Narto sudah ikut terlibat mengorganisirnya. Info ini saya dapat dari salah satu pemainnya, yaitu bang Aulia yang juga aktif di KONI Lampung. Sekadar mengingatlkan, Lampung pernah punya klub sepok bola yang masuk dalam klasemen nasional dan bahkan pernah mendapat medali emas sepak bola PON di Sumatera Utara. Terakhir beliau antusias membuat aturan terkait pegawai KONI untuk perlindungan dan memikirkan kesejahteraan olahragawan. Semoga menjadi amal jariah yang membawa kebaikan di alamnya yang baru.

Kepeduliannya untuk kemajuan masyarakat dan daerah Lampung juga ditunjukkan pada keterlibatannya pada banyak kegiatan pemerintahan daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Penulis sempat bersama-sama mas Narto menjadi pendamping pemerintah provinsi saat kepemimpinan Sjachroedin sebagai Gubernur Lampung. Sebagai seorang ahli hukum, dia ‘sakelek’ tapi tetap membuat suasana ‘cair’. Dia cenderung to the point, tidak suka berpanjang argumentasi. Beliau banyak memberi inspirasi dan membina.

Keaktifannya yang banyak tidak menjauhkannya dari dunia kampus. Kompetensinya di bidang ilmu hukum, membawanya pada jabatan tertinggi sebagai Profesor. Di kampus, beliau pernah sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila. Pembawaanya yang santai membuat beliau dekat dengan kalangan mahasiswa. Terakhir beliau mendapat amanat untuk memimpin renovasi dan pembangunan Masjid Al Wasyi’I Unila. “Gua dipanggil rektor, e taunya diminta ngurus pembangunan masjid”, katanya senang sekaligus membanggakan.

Tulisan ini bentuk apresiasi dan kenangan yang bisa menjadi inspirasi. Smoga amal kebaikanmu memberikan kebaikan di alammu yang baru. Smoga doa sahabat dan kolega meringankan ‘perjalananmu’ ke alam baru. ****

  • Bagikan