Musim Hujan Segera Datang, Waspada Fase Pancaroba

  • Bagikan
Prakiraan angin di Indonesia pada Jumat, 8 Oktober 2021. (Sumber BMKG(
Prakiraan angin di Indonesia pada Jumat, 8 Oktober 2021. (Sumber BMKG(

Oleh: Eka Suci Puspita Wulandari
Prakirawan BMKG Lampung

Musim hujan untuk wilayah Lampung diprediksi mulai aktif sejak akhir September 2021 lalu namun tidak langsung merata di seluruh wilayah Lampung. Musim hujan di wilayah Lampung berjalan dari wilayah barat dan utara menuju ke wilayah Lampung bagian selatan secara klimotologisnya. Begitu juga untuk periode musim kemarau secara iklim wilayah selatan Lampung akan memulai musim kemarau paling awal dan perlahan bergerak ke wilayah utara dan barat Lampung. Jadi wilayah Lampung bagian selatan ini paling akhir masuk musim hujan dan paling awal masuk musim kemarau. Wilayah ini diantaranya seperti Pasir Sakti, Jabung, Waway Karya, Kalianda, Raja Basa, Sidomulyo, Penengahan, Bakauheni, Ketapang, Sragi, Palas, dan sekitarnya.

Tahun ini sudah jauh jauh hari diprediksi sifat hujannya selama periode musim kemarau akan dominan diatas normal, hal ini berarti curah hujan selama periode musim kemarau akan lebih banyak jika dibandingkan dengan kondisi klimatologisnya. Pada kenyataannya juga sampai memasuki fase pancaroba ini musim hujan masih cukup banyak turun di sebagian besar wilayah Lampung. Banyak hal menarik pada musim kemarau tahun ini, secara meteorologi kondisi yang terjadi selama periode musim kemarau tahun ini cukup di luar dugaan.

Monsun Autralia sudah dominan melintasi wilayah Indonesia selama periode musim kemarau namun hal menariknya adalah seperti yang sudah kita pahami ketika monsun Australia aktif wilayah Indonesia akan menjalani musim kemarau. Sifat udaranya yang kering akan sulit untuk membentuk awan-awan hujan di wilayah Lampung khususnya ketika monsun tersebut aktif, namun pada tahun ini ketika monsun tersebut aktif dan dalam fase yang kuat, awan-awan hujan tetap konsisten terbentuk di wilayah Lampung.

Selama periode musim kemarau dominan awan-awan hujan terbentuk di perairan timur Lampung dan masuk ke wilayah Lampung mulai dari wilayah Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan lalu menyebar ke seluruh wilayah Lampung.

Lantas ketika monsun yang sifatnya kering ini melintasi wilayah Lampung seharusnya membuat kelembapan di lapisan penting di atmosfer Lampung akan kering (700mb dan 500mb). Namun ternyata yang terjadi kemarin adalah kebalikannya, kelembapan udara di lapisan penting malah dominan basah di hampir sebagian besar wilayah Sumatera termasuk Lampung.

Berbeda dengan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Pulau Nusa Tenggara yang nilai kelembapannya kering, karena itu di wilayah tersebut musim kemaraunya berjalan normal. Berbeda kondisinya dengan sekarang ini karena pengaruh bibit siklon yang terbentuk di Laut Cina Selatan sehingga membuat aliran udara akan tertarik ke wilayah tersebut sehingga akan sulit untuk terjadi pembentukan awan-awan hujan selama bibit siklon tersebut belum punah atau bahkan naik statusnya menjadi tropikal siklon.

Menjadi pertanyaan di banyak kalangan apa yang menjadi penyebab kelembapan udara di lapisan penting dalam proses pembentukan awan-awan hujan tetap bertahan basah ketika monsun Australia kuat melintasi wilayah Lampung. Hal yang bisa dijadikan salah satu pemicu kuatnya adalah kondisi suhu muka laut yang juga tetap bertahan hangat selama periode musim kemarau. Anomali kondisi suhu muka laut juga terekam bernilai positif selama periode musim kemarau tahun ini, anomali positif tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi suhu muka laut lebih hangat jika dibandingkan dengan kondisi klimatologis atau rata-rata hariannya. Suhu muka laut yang hangat ini akan terus memberi pasokan uap air di atmosfer di wilayah Lampung sehingga nilai kelembapan udaranya bisa terus stabil basah meskipun monsun Australia aktif.

Saat ini di seluruh wilayah Indonesia sudah hampir 12% wilayah sudah masuk musim hujan dan wilayah lainnya masih berada di musim kemarau. Sepekan kedepan akan banyak gangguan cuaca yang aktif di wilayah Lampung, juga ditambah dengan kondisi kelembapan udara yang basah. Untuk itu sepekan kedepan kami prediksi akan banyak turun hujan dengan intensitas sedang-lebat dan dapat disertai dengan angin kencang sesaat, petir, dan bahkan hujan es selama periode pancaroba ini. Untuk itu memasuki fase pancaroba/peralihan/transisi dari musim kemarau ke musim hujan ini, masyarakat agar dapat mewaspadai kejadia cuaca ekstrim seperi hujan lebat, angin kencang sesaat seperti puting beliung, dan hujan es yang dapat merusak berbagai fasilitas masyarakat.

Sebelum seluruh wilayah Lampung memasuki musim hujan kami memberikan himbauan untuk sekiranya informasi ini dimanfaatkan untuk masyarakat dalam hal menambah luas tanam, melakukan panen air hujan terutama untuk wilayah yang rentan air bersih, dan mengisi waduk/danau yang nantinya akan berguna untuk mengantisipasi periode musim kemarau yang akan datang.

Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui berbagai kanal informasi resmi yang dimiliki oleh BMKG. Masyarakat bisa mengakses berbagai informasi terkait BMKG Lampung melalui website https://lampung.bmkg.go.id. Selain itu BMKG Lampung juga membuka call center whatsapp 24 jam yang bisa dihubungi melalui nomer 0816-404-333.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page