Beranda Seni Musik Musisi Kim Commanders Garap Album “The Ballad of Humanity”

Musisi Kim Commanders Garap Album “The Ballad of Humanity”

5377
BERBAGI
Kim Commanders menyanyi bersama anak-anak yatim piatu di Kampung Pelangi, Palas Plasma, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Setelah sukses merilis lagu pertama “Children With No Land” dan sukses menjadi rating satu dunia, musisi balada asal Lampung, Kim Commanders kembali menggarap sejumlah lagu yang akan dirlis dalam satu album bertajuk “The Ballad of Humanity (Balada Kemanusiaan).

Album The Ballad of Humanity berisi enam lagu balada merupakan hasil kerja keroyokan pria bernama asli Lukman Hakim itu bersama para musisi dan seniman lainnya.

Lagu-lagu yang ada di album tersebut antara lain: “One World For Childern” (Satu Dunia Untuk Semua Anak) yang telah diaranesmen ulang,  “A Voice of Refuge” (Suara Para Pengungsi), “We Should Build a Bridge Not a Wall” (Kita Harus Membangun Jembatan, Bukanlah Tembok), “A Ballad of Humanity” (Balada Kemanusiaan), “A Symphony of Hope” (Simponi Harapan) dan lagu “Tentang Kita”, yang mengisahkan para pekerja Indonesia yang bekerja di Negara luar (pahlawan devisa).

Dalam album lagu baladanya tersebut, Kim Commanders menggaet beberapa penyanyi. Mereka adalah, Lulu (guru), Christy (mahasiswi), Sintya (mahasiswi), Litha (pegawai Bank Lampung), Omar ( musisi jalanan), Balqis Vania Gitta (pelajar SMPN 1 Bandarlampung), Anisa (pelajar SMP), dan Melly (siswi SD).

Pada lagu “A Symphony of Hope” (Simponi Harapan), sebuah lagu yang mengisahkan seorang anak yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya saat berada di dalam kamp pengungsian akibat konflik perang,  Kim dan para vokalis lainnya berkolaborasi dengan Andika “Kangen Band”.

Kim mengaku kolaborasi dengan Andika sebenarnya tercetus secara tak sengaja saat dirinya dan Andika bertemu di sebuah studio rekaman.

“Tanpa disengaja, saat itu saya bertemu Andika di studio musil ketika saya sedang melakukan proses rekaman. Di studio musik tersebut Andika akan rekaman lagu terbarunya. Tiba-tiba Andika menawarkan diri, meminta ingin menyanyikan lagu ‘A Scom hony of Hope’ yang saya nyanyikan tersebut,”kata Kim Commanders kepada teraslampung.com, Senin (31/7/2017).

Pada proses pembuatan album lagu “The Ballad of Humanity” tersebut, pria berdarah Lampung dan Padang ini menuturkan, dirinya tetap menggandeng musisi lokal (Lampung). Seperti Boby Viples (elektric), Rian (akustik), Rio (biola).

Kemudian Tria (keyboard), Sabar dan Tato (bass), Steven Samlawi (drummer), Reno (flute) dan Syafril Yamin (musisi Lampung pemulia dan pengembang alat musik gamolan).

“Album lagu tersebut, digarap selama dua bulan dan saat ini telah rampung proses rekaman dan mixingnya dalam format MP3. Rencananya pada awal September 2017 ini, Album lagu balada itu sudah siap edar. Lalu dalam waktu dekat ini, akan segera dilakukan pembuatan video klipnya. Alhamdulilah untuk proses pendanaan pembuatan album tersebut, saya telah dibantu oleh IBI Darmajaya melalui Yayasan Alfian Husin,”ujarnya.

Menurut Kim, album lagu baladanya tersebut, sudah ditunggu oleh para aktivis kemanusiaan Eropa dan mereka siap membantu untuk mendistribusikan dalam penjualan Album tersebut. Bahkan untuk cover album tersebut, akan dibuatkan oleh Patricia Laurence seorang aktivis dan juga design grafis asal Prancis.

Musisi Balada, Kim Commanders saat nyanyi bersama anak-anak yatim piatu di Kampung Pelangi, Palas Plasma, Lampung Selatan

“Ya Patricia ini menghubungi saya, siap membantu untuk membuatkan cover album tersebut. lalu dia meminta saya, untuk mengirimkan profil serta photo saya dan juga anak-anak korban konflik dan itu sudah saya kirimkan semua ke dia (Patricia),”ungkapnya.

Selanjutnya, penjualan album lagu tersebut akan dipasarkan secara Indie. Selain itu juga, ia akan mengunggahnya melalui youtube, instagram dan media sosial Facebook.

Seluruh hasil penjualan dari album lagu tersebut, berpapun nominalnya akan didonasikan langsung untuk anak-anak pengungsi dunia korban konflik perang seperti membeli peralatan sekolah, pakaian, makanan dan lainnya sebagai keperluan mereka.

Yang lebih mengejutkannya, kata Kim,  lagu-lagu balada ciptaannya masuk dalam kontes lagu-lagu dunia yang diadakan di sebuah negara Nizhny Novgorod, Rusia yang dihelat pada bulan September 2016 ini. Hal itu diketahuinya, setelah ia mendapatkan pesan melalui akun facebooknya yang dikirimkan langsung oleh ketua panita penyelenggara, Anna Gorokhova.

“Isi pesannya itu menyatakan, bahwa lagu-lagu saya masuk dalam nominasi peraih penghargaan kontes lagu-lagu dunia yang diadakan di Negara tersebut. Rencananya, penghargaan itu akan dikirimkan langsung dengan dia dalam waktu dekat ini,”terangnya.

Kim mengaku semua lagunya itu sengaja ia buat dalam bahasa inggris, hal itu dilakukannya agar seluruh dunia dapat mendengar semuanya. Karena bahasa inggris ini adalah bahasa dunia, Kim juga sengaja menggaet penyanyi anak-anak. Sebab perdamaian dapat tercipta dan lebih cepat sampai melalui anak-anak.

“Mulai anak-anak itulah kita semua bisa belajar perdamaian tidak ada perpecahan diantara sesama. Mereka (anak-anak) saja bisa berdamai dengan segala perbedaan, kenapa orang yang dewasa justru tidak bisa melakukan hal yang sama seperti mereka,” katanya.

Loading...