Musoppa Mangkir dari Panggilan Penyidik Narkoba Polda

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG-Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Partai PDI Perjuangan yang tersandung kasus narkoba jenis sabu, Musoppa, tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Narkoba Polda Lampung untuk diperiksa sebagai tersangka.

div class="__mango" data-placement="5690">

Kasubdit I Direktorat Narkoba Polda Lampung, AKBP P.Purba, mengatakan ketidakhadiran Musoppa dalam pemanggilan pertama untuk dilakukan pemeriksaan statusnya sebagai tersangka dikarenakan ada urusan keluarga di luar kota.

“Dia (Musoppa) tidak hadir dalam pemanggilan pertama kami sebagai tersangka, karena ada acara keluarga di Jakarta,” kata Purba, Senin (13/10).

 Purba mengaku telah menerima surat konfirmasi dari tersangka Musoppa. Namun, dalam surat tersebut tidak dicantumkan seberapa lama urusan tersebut di Jakarta.

 “Tadi (kemarin) suratnya sudah saya terima. Dalam surat itu memang tidak memcantumkan berapa lama dia (Musoppa) ada urusan di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Purba, dengan adanya surat balasan dari Musoppa, berarti ada itikad baik yang bersangkutan kooperatif. “Kami tidak ingin berprasangka negatif atas tidak hadirnya Musoppa, karena berkaitan dengan hukum, hati nurani dan UU. Ya Gampang saja dan silahkan kalau mau kabur, kan tentu lebih berat lagi nanti hukumannya,” terangnya.

Dengan demikian, lanjutnya, penyidik kembali akan mengirimkan untuk surat pemanggilan yang kedua terhadap Musoppa secepatnya. “Mungkin Besok (hari ini) kami akan kirimkan kembali untuk surat pemanggilan yang kedua. Tetap seperti surat pemanggilan sebagai tersangka yang pertama, kami kirimkan ke alamat rumahnya,” urainya.

 Jika dalam pemanggilan surat kedua nanti yang bersangkutan tidak juga hadir, Purba, menegaskan akan mengeluarkan surat penjemputan alias penangkapan terhadap tersangka Musoppa.

”Saya yakin dan berharap dia (Musoppa-Red) kooperatif. Tapi kalau surat kedua kami juga tidak ditanggapi, maka akan kami jemput,” kata dia.

 Apakah akan dilakukan penahanan, Purba mengatakan belum bisa memastikan hal tersebut.”Yang jadi permasalahan bukan penahanannya dulu. Yang terpenting dia hadir dulu dalam pemanggilan kami,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ditnarkoba Polda Lampung sudah mengirimkan surat pemanggilan pertama sebagai tersangka pada Musoppa pada Jumat 10 Oktober 2014. Surat tersebut dikirimkan pada hari yang sama setelah sebelumnya penyidik menerima surat izin pemeriksaan Musoppa oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Seperti diketahui, dua anggota DPRD Tanggamus diamankan tim Dit Narkoba Polda Lampung. Hasmuni dan Iswahyudi ditangkap di areal parkir Hotel Novotel Bandarlampung, sebelum digelandang ke kamar hotel tempat mereka mengadakan pesta sabu.

Dari keterangan Hasmuni dan Iswahyudi, terungkap nama Musoppa. Peserta pesta sabu itu ada lima orang. Hanya dua orang lain identitasnya masih belum diketahui karena kedua wanita itu dibawa sendiri oleh Musoppa.

 Pada 1 Oktober 2014 lalu, status Musoppa sudah ditingkatkan menjadi tersangka. Namun pemeriksaan sebagai tersangka baru bisa dilakukan setelah mendapat izin dari Gubernur Lampung.

  • Bagikan