Beranda Hukum Mustafa Belum Tahu Ruang Bupati, Sekda, dan DPRD Lamteng Disegel KPK

Mustafa Belum Tahu Ruang Bupati, Sekda, dan DPRD Lamteng Disegel KPK

183
BERBAGI
Calon Gubernur No urut. 4, Mustafa didampingi tim kuasa hukumnya, Wahrul Fauzi Silalahi saat menggelar konferensi pers di rumah pemenangannya terkait isu OTT oleh KPK, Kamis (15/2/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Cagub Lampung Mustafa mengaku belum tahu bahwa Kantor Pemkab Lamteng, Kantor Sekda Lampung, dan Kantor DPRD Lamteng disegel KPK terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) Rabu lalu, 15 Februari 2018. Penyegelan dilakukan tim penyidik KPK pada Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, bahwa ruangan yang dilakukan penyegelan oleh penyidik komisi anti rasuah (KPK) tersebut adalah ruangan kerja Bupati, Sekretaris daerah (Sekda), wakil ketua DPRD dan Sekretaris DPRD Lampung Tengah. Penyegelan itu dilakukan, lantaran adanya dugaan suap yang melibatkan oknum pejabat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Mustafa mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Ia mengakui, sudah mengambil cuti sebagai Bupati Lampung Tengah sejak ditetapkan sebagai calon Gubernur Lampung beberapa waktu lalu.

“Saya tidak tahu kalau ruangan Bupati dan Sekda itu disegel, karena saya sudah tidak tinggal lagi di rumah dinas. Jadi apapun yang terjadi disana (Lampung Tengah), saya memang sudah tahu lagi,”ujarnya kepada awak media saat menggelar konferensi pers di rumah pemenangannya, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, saat ini ia sudah tidak lagi menggunakan fasilitas pemerintahan Lampung Tengah, sebab semua fasilitas seperti mobil dinas ataupun lainnya sudah tidak digunakannya lagi.

“Saya kan sudah cuti jadi ya gak di rumah dinas lagi, mobil dinas pun sudah di dalam rumah dinas itu. Jadi semua sekarang ini, saya menggunakan kegiatannya pribadi,”ungkapnya.

Meski demikian, Mustafa mengetahui adanya kabar OTT yang dilakukan oleh KPK, dan kabar itu diketahuinya saat tengah malam. Namun, tidak jelas secara detailnya mengenai OTT tersebut.

“Ya sempat kaget memang, kalau saya dikabarkan kena OTT dan gak enak didengar keluarga apalagi dengan anak-anak,”tandasnya.

Inilah lima ruangan unsur pimpinan dewan di Kantor DPRD Lampung Tengah yang telah dilakukan penyegelan oleh KPK, diantaranya ruangan Ketua DPRD, Achmad junaidi sunardi; ruangan Wakil Ketua I, J natalis sinaga; ruangan Wakil Ketua II, Riagus Ria; ruangan Wakil Ketua III, Joni Ardito dan ruangan Sekretaris dewan (Sekwan), Syamsir Roly.

Sementara di gedung Pemkab Lampung Tengah yang disegel olah KPK, yakni ruangan kerja Bupati Lampung Tengah dan ruangan kerja Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Adi Erlansyah.
“Perseroan yang ada di pusat ini, perlu persetujuan DPRD. Sehingga ada pihak tertentu, yang mencoba memberikan kepada anggota DPRD,”ungkapnya.