Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Mustafa Hadir pada Bimtek Kades, Apdesi Lampura Bantah Beraroma Politik

Mustafa Hadir pada Bimtek Kades, Apdesi Lampura Bantah Beraroma Politik

742
BERBAGI
Sekretaris Apdesi Lampung Utara, Hendri Kalnopi
Sekretaris Apdesi Lampung Utara, Hendri Kalnopi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Lampung Utara membantah jika bimbingan teknis kepala desa Lampura di Hotel Novotel Bandarlampung pada pekan lalu beraroma politik.

Dugaan adanya aroma politik dalam bimtek itu muncul karena kehadiran Mustafa, bakal Calon Gubernur Lampung, dalam acara tersebut. Kehadiran Mustafa dalam acara itu sempat menjadi pergunjingan warganet baru – baru ini.

“Kami (Apdesi) jelas membantah jika dikatakan bimtek yang kami ikuti bernuansa politis karena kehadiran beliau (Mustafa)” terang Sekretaris Apdesi Lampura, Hendri Kalnopi, Selasa (5/12/2017).

Hendri mengaku, pihaknya juga tidak pernah menyangka Mustafa akan hadir dalam kegiatan mereka karena sebelumnya tak pernah ada undangan bagi Mustafa untuk hadir. Mustafa sendiri hadir tak lama setelah kegiatan bimtek resmi ditutup.

‎”Kami enggak ngundang dan enggak tahu kalau beliau (Mustafa) akan datang. Beliau datang saat kami hendak makan tak lama setelah kegiatan ditutup,” terang dia.

Menurut sebagian warganet, tidak  semestinya orang nomor satu di Lampung Tengah itu hadir dalam kegiatan yang sama sekali tak ada kaitannya dengan Lampung Tengah.

Mereka menuding Mustafa memanfaatkan kegiatan ini untuk menggalang dukungan dari para kepala desa di Lampura. Tujuannya untuk memuluskan ambisinya menjadi Gubernur Lampung periode mendatang.

Meskipun membantah keras tak ada aroma politik dengan kehadiran Mustafa, Hendri mengaku Mustafa sempat memaparkan pelbagai program dan apa yang telah dikerjakannya untuk Lampung Tengah.

“Pemaparan hanya sekitar sepuluh menit.Beliau cuma memperkenalkan diri, bukan kampanye. Ia hanya menyampaikan program – program yang mungkin (akan ia terapkan) kalau jadi gubernur. Waktunya kurang dari sepuluh menit,” katanya.

‎Sementara seberapa besar manfaat yang mereka dapat dari kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas kepala desa yang menghabiskan biaya sebesar Rp4 juta/kepala desa, Hendri mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka.

Kegiatan ini mengupas secara mendalam mengenai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017. Pemberi materi pun langsung dari Kementerian Dalam Negeri.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali karena kami jadi lebih mengetahui bagaimana caranya menggunakan Dana Desa secara benar,” jelas dia.

Loading...